Hi, guest ! welcome to Yahoo!. | About Us | Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Monday, January 4, 2016

Lima temuan penting ini ternyata dihasilkan peradaban Islam


Islamofobia belakangan merebak di banyak negara Barat. Sentimen ini dipicu serangan teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) ke Prancis yang menewaskan ratusan orang. Membanjirnya imigran muslim ke Eropa mengobarkan lagi kebencian tak berdasar pada muslim.
Dalam rangka mendukung warga Islam, the Huffington Post berusaha meluruskan pandangan keliru orang Barat. Banyak yang mengira pemeluk Islam adalah penyuka kekerasan, serta hidup dalam keterbelakangan. Huffington Post membuktikan sejumlah temuan penting yang kini dinikmati manusia modern hadir berkat andil peradaban Islam.
Jika tahu ilmu penting arsitektur atau kebersihan diri masa kini berasal dari ilmuwan Islam, Huffington Post menduga orang Barat pun akan terkejut. Temuan ini membentang dalam bidang sains hingga seni.
Berikut lima temuan peradaban Islam paling berpengaruh hingga masa kini yang dirangkum Huffington Post :
Ilmu Aljabar sumbangan Islam.

1.
Aljabar

Ilmu konstruksi dunia telah berkembang pesat. Sampai-sampai manusia bisa membangun gedung pencakar langit yang tingginya mendekat satu kilometer dari permukaan tanah.
Namun, apa artinya arsitek atau insinyur pandai merancang gedung, tanpa aljabar. Ya, aljabar adalah ilmu yang menjadi pondasi sains terapan modern.
Ilmu hitung ini mulaui dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-12, ketika seorang berdarah Inggris-Arab menerjemahkan karya ilmuwan muslim bernama Al Khwarizmi.
Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 di Uzbekistan, dan wafat pada 850 di Baghdad, Irak. Dia berprofesi sebagai pengajar di madrasah terkemuka Dinasti Abbasiyah.
Rumus Aljabar yang dia kenalkan berdampak tidak sebatas dalam bidang matematika saja, namun lebih meluas ke bidang lain seperti astronomi, astrologi, geografi, hingga kartografi.

2.
Sikat Gigi

Islam adalah sebuah agama yang sangat menitik beratkan pada kebersihan badan. Dalam Kitab Suci Al Quran pun hal tersebut tertuang dalam tata cara membersihkan badan. jadi jangan heran bila gigi adalah salah satu bagian penting yang tidak luput akan hal tersebut.
Dalam sejarah hidup Nabi Besar Muhammad, beliau mencontohkan bagaimana membersihkan gigi dengan menggunakan ranting, atau yang akrab disebut 'siwak'. Sang nabi sangat rajin dalam melakukan hal itu setiap hari dalam membersihkan giginya.
Meski tidak secara tegas tertulis dalam memberishkan menggunakan siwak dalam kitab, namun apa yang dilakukan nabi sangat sering tertuang dalam hadis riwayat para sahabat nabi.
Aksi marching band TNI ramaikan pawai hari veteran nasional.

3.
Marching Band

Pasti anda terkesima kala melihat serdadu angkatan memainkan secara kompak drum, cymbal, dan alat band marching lainnya. Namun tahukah anda sejarah dari pertunjukkan spektakuler ini?
Pada zaman perang terdahulu, umat muslim menggunakan formasi marching band modern dibuat oleh Kerajaan Ottoman Turki, pada abad 19.
Militer Eropa terkagum-kagum melihat atraksi personil marching band Turki. Penampilan para penabuh drum dari Ottoman itu akhirnya ditiru banyak divisi militer Eropa. Kini nyaris semua negara memiliki divisi marching band resmi di kalangan militer maupun sipil.
Pigura gitar (c) Novita Intan Sari

4.
Gitar

Siapa tidak kenal alat musik gitar? Alat musik yang populer di seluruh belahan dunia ini ternyata berasal dari tanah Arab. Pada awalnya alat musik yang memiliki enam yang mempunyai nama berbeda namun dengan fungsi sama.
Pada abad pertengahan, seorang muslim Spanyol menemukan dengan apa yang disebut sekrang sebagai gitar. Dia menyebutnya dengan 'qitara'. Diceritakan bila alat ini kemudian diundang untuk menunjukkan kebolehannya di Istana Umayyah dibawah penguasa Abdel Rahman II di abad ke sembilan.
Seiring perkembangannya, akhirnya qitara mengalami evolusi menjadi sesuatu yang modern, hingga menjadi alat musik gitar seperti sekarang.

5.
Kacamata

Abu al-Hasan, ilmuwan dari Basra, Irak, menemukan metode bagaimana sebenarnya mata manusia bekerja. Dalam eksperimen dengan material reflektifnya, Hasan membuktikan bila mata tidak bisa berfungsi tanpa sinar pantul.
Berkat kesimpulan tersebutlah, akhirnya dia dapat menjelaskan bagaimana bila ada bayangan jatuh tidak tepat dengan sinar pantul. Maka, demi membantu mereka yang mengalami masalah pada penglihatan, Hasan akhirnya dapat meramu sebuah alat yang kini populer dengan nama kacamata.
Tidak sebatas kacamata, dalam pengembangan lanjutannya, Hasan turut andil dalam ilmu lain seperti astronomu dan meterologi.


Selengkapnya »
1/04/2016 04:08:00 PM | 0 komentar

Monday, December 28, 2015

Nasihat Umar bin Khattab Menghadapi Kecerewetan Istri


Wanita memang diciptakan dengan sifat yang lebih ekspresif dibanding pria. Berdasarkan penelitian, dalam sehari mereka bisa mengeluarkan sekitar 20 ribu kata, sementara pria cukup tujuh ribu kata saja. Tidak heran jika kemudian orang-orang memaklumi wanita yang memiliki sifat cerewet, banyak bicara, suka beradu argumen, bahkan marah-marah. Sifat ini ternyata akan terbawa ketika sudah berumah tangga. Jika sudah begini, suami tentu menjadi sasaran empuk kecerewetan istri.

Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab, sadar betul dengan sifat wanita ini. Ketika istrinya mulai cerewet dan memarahinya, Ia  justru tidak berbalik marah dan menerima saja omelannya. Tidak seperti kebanyakan suami sekarang, yang justru berbalik marah sampai menggunakan kekerasan.


Ternyata Umar paham betul memperlakukan sang istri. Nasihat umar berikut ini bisa membuka pandangan para suami yang mungkin belum memahami besarnya tanggungjawab istri dalam mengurus keluarga


Umar Bin Khatab merupakan sosok yang tegas dan paling ditakuti pada zamannya. Berdasarkan beberapa riwayat menceritakan bahwa setan pun tidak berani jika harus berpas-pasan dengan Umar. Mereka lebih memilih jalan lain agar tidak bertemu dengan Amirul Mukminin Umar radhiyallahu ‘anhu.



Namun sikap Umar ini sangat berbanding terbalik ketika menghadapi istrinya di rumah. Ia berubah menjadi sosok yang lemah lembut dan sabar. Bahkan saat istrinya marah-marah dan banyak bicara, Ia hanya menjawab dengan sepatah dua patah kata saja.



Kisah ini ditulis dalam Kitab Nurul Abshar ditulis As Syablanji Al Mishri dan Kitab Al Minhaj yang ditulis Hasyiyah Al Bijraini. Pada suatu ketika datang seorang lak-laki yang ingin meminta nasihat kepada Umar tentang perilaku istrinya yang cerewet dan suka marah-marah.



Namun sebelum sampai mengetuk pintu, pria tersebut justru mendengar istri Umar yang sedang memberikan omelan dan tidak berhenti bicara tersebut. Namun Ia sangat terkejut dengan tindakan Umar yang justru tidak membalas marah seperti yang dilakukan suami kebanyakan. Umar hanya menjawab satu dua patah kata dengan nada yang lembut dan tetap mendengarkan omelan istrinya.



Pria yang merasa salah sasaran curhat ini kemudian ingin meninggalkan rumah Umar. Namun sebelum jauh meninggalkan rumah, Umar yang sudah selesai mendengar istrinya marah-marah keluar dan memanggilnya. 
‘Saudaraku, sepertinya engkau sedang perlu denganku?’



‘Iya, saya hendak mengadukan tentang istriku yang cerewet dan marah marah kepadaku, ternyata istrimu juga memarahi engkau, maka apa gunanya aku mengadu padamu, wahai Umar’.



Umar pun lalu memberikan nasihat kepada pria tersebut. Nasihat tersebut luar biasa bijak dan menjadi bahan renungan untuk suami masa kini.



‘Ada empat alasan yang membuat aku sabar dan lembut menghadapi istriku, pertama, dialah yang memasak makananku, kedua, dialah yang membuat, mengadoni dan memasakkan rotiku,  ketiga, dialah yang mencucikan pakaianku, alasan keempat, dialah yang menyusui anak anakku’



Ustadz Budi Ashari, Lc dari alfatih.tv menjelaskan bahwa empat alasan tersebut tidak sesederhana yang kita bayangkan. Poin pertama dan kedua menekankan pada urusan dapur. Wanita lah yang harus mempersiapkan kebutuhan suami mulai dari makanannya, minumannya, menjaga kesehatan suami dan anak-anak melalui makanan dan minuman yang disajikan.



Poin kedua menekankan untuk urusan sumur. Wanita lah yang bekerja keras untuk memberikan pakaian bersih dan rapi untuk anak-anak. Membuat mereka tampil disegani oleh siapapun yang melihat. 
Poin ketiga menekankan untuk urusan kasur. Setelah lelah mengurus urusan rumah tangga, wanita juga harus melayani suami.



Ternyata, ketiga urusan tersebut, bukanlah urusan sepele, bahkan bila dilakukan dengan ikhlas akan menjadi kemuliaan bagi seorang istri dan ibu. Sebab itulah Umar selalu sabar menghadapi istrinya bahkan dengan segala kekurangan istrinya.



‘Sabar saudaraku, karena hal itu (cerewet dan marahnya sang istri) hanya berlangsung sementara dan kemudian hilang’, begitulah Umar mengakhiri nasihatnya kepada lelaki itu.



Jika ‘cerewet’-nya istri tak sebanding dengan kebaikan-kebaikannya yang melimpah, suami perlu bersabar. Biarkan saja, dengarkan, jangan didebat dan jangan dibantah. Jika perlu suami meminta maaf kalau selama ini ada salah.



Jika sampai keluar kata-kata pedas, suami perlu menyadari bahwa aktifitas istri sangat banyak. Mungkin ia lelah. Kata-kata yang pedas itu bukan lahir dari pengkhayatan mendalam, tetapi lebih sering karena efek lelah atau ekspresi kekesalan.



Namun demikian, ini tidak berarti suami harus membiarkan istri melampaui batas. Jika sudah sampai taraf menghina suami atau tidak hormat pada suami, maka suami perlu mengingatkan dan membimbingnya. Akan tetapi jangan langsung dilakukan di saat itu. Tunggulah hingga datang waktu yang tepat, dalam kondisi santai. Dalam suasana yang kembali cair dan penuh cinta. Dengan begitu, sang istri lah yang nantinya akan meminta maaf duluan.

Selengkapnya »
12/28/2015 09:20:00 PM | 0 komentar

Mengintip Megahnya Bahan Bangunan Surga



Surga merupakan suatu tempat di akhirat kelak yang akan dihuni oleh kaum muslimin yang senantiasa beriman dan melakukan kebaikan selama hidup di dunia. Bisa menjadi penghuni surga ini menjadi impian bagi setiap orang.


Impian tersebut yang membuat orang berlomba-lomba berbuat kebaikan agar bisa menjadi salah satu penghuninya. Tidak ada keindahan di dunia ini yang bisa menandingi keindahan yang disediakan oleh Allah SWT di dalam surga bagi umatnya yang bertakwa. 



Ternyata, Allah SWT juga telah menyiapkan bangunan untuk ditinggali umat-Nya di surga kelak. Bahkan bangunan tersebut tidak ternilai harganya karena bahan-bahan pembuatannya yang sangat megah. Apa sajakah bahan yang digunakan untuk membuat bangunan di surga? Berikut informasinya. 


Bangunan yang akan dihuni manusia kelak saat berada di surga ternyata terbuat dari bahan-bahan yang luar biasa. Jika di dunia, bahan untuk bangunan hanya terdiri dari tanah, bata, semen dan lain sebagainya. Namun, di dala surgam bangunan-bangunannya terbuat dari emas, perak, mutiara, misik, yakut dan za’rafan. 



Abu Hurairah ra meriwayatkan,RasulualLah SAW bersabda: ''Bangunan didalam surga itu batanya terbuat dari emas dan perak,semennya terbuat dari misik yang harum,kerikilnya terbuat dari mutiara dan yakut,pasirnya darii za'faran.Barangsiapa yang masuk kedalam surga ia akan merasakan kenikmatan yang tiada putusnya,kekal dan tidak akan mati,pakaiannya tidak pernah usang,dan masa muda yang tidak pernah tua''(Al Jami'u Ash Shagir hal 133)



Tentu tidak akan terbayang dalam pikiran manusia bagaimana keindahan surga tersebut. Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Surga Firdaus itu ada empat.dua surga yang terbuat dari emas yang menghiasinya dan bejananya,termasuk segala sesuatu yang ada di dalamnya.Dua surga terbuat dari perak yang menghiasinya dan bejananya,termasuk sesuatu yang didalamnya.”(Al Jami'u Ash Shagir hal 132)



Abu Hurairah ra berkata: ''Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya dinding surga itu batanya dari perak dan emas,debunya berupa za'faran,sedangkan tanahnya berupa misik” (ihya'Ulumuddin jilid 4 hal 3003)



Jika di dunia ini, kita melihat bangunan rumah dengan berbahan tanah, maka di surga kelak tanak tersebut bukanlah tanah bisa melainkan intan putih dan misik murni. RasuluLlah pernah ditanya tentang surga,maka beliau bersabda: “Tanahnya berupa intan putih dan misik murni” (Ihya'Ulumuddin jilid 4 hal 3003)



Rasulullah bersabda “.........sedangkan pagar surga itu ada 7 yang meliputi surga. Pagar pertama dari perak, pagar kedua dari emas, pagar ketiga dari zabarjan, pagar keempat dari mutiara, pagar kelima dari intan, pagar keenam dari yakut, dan pagar ketujuh dari nur yang berkilauan. Jarak antara tiap dua pagar sejauh perjalanan 500 tahun.(Kitab Daqa'iqul Akhbar hal 43 bab 46)



Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga menceritakan pengalamannya sewaktu memasuki surga “ Aku melihat kedalam surga ada beberapa Malaikat yang membangun istana,batanya terbuat dari perak,juga ada yang terbuat dari emas.Mereka terus membangun.Ketika mereka berhenti membangun,aku lalu bertanya ''Kenapa kalian berhenti?'' Mereka menjawab ''Benar-benar telah habis perbekalan kami''. Aku lantas bertanya ''Apa perbekalan kalian?. Mereka menjawab''Berdzikir kepada Allah Ta'ala''., karena yang mempunyai istana ini adalah orang yang berdzikir pada Allah Ta'ala,Tatkala orang itu berhenti berdzikir,maka kamipun berhenti membangun istana''. (Kitab Daqa'iqul Akhbar hal 42 bab 45)



Demikianlah ulasan mengenai bahan bangunan surga yang tiada ternilai harga dan keindahannya. Semoga artikel ini bisa memotivasi kaum muslimin agar berlomba-lomba melaksanakan kebaikan agar bisa menjadi salah satu penghuni surga.

Selengkapnya »
12/28/2015 01:35:00 PM | 0 komentar

Saturday, December 26, 2015

Golongan Manusia yang Mendapat Pahala Dua Kali Lipat


Setiap amal kebaikan pasti ada balasan pahalanya, namun kadarnya tentu saja merupakan urusan Allah SWT. Pada saat Yaumul Hisab, pahala dan dosa manusia akan ditimbang dengan perhitungan yang amat teliti.

Saat ini, manusia hanya mengharap keberkahan atas setiap perbuatan baik yang dilakukan sebagai bekal pada hari akhir nanti.  Namun Allah maha pemurah sehingga akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan saat hidup di dunia. 

Ternyata ada golongan manusia yang mendapatkan pahala dua kali lipat. Ini bukan isapan jempol belaka, melainkan bersumber sabda Nabi besar Muhammad SAW. Sebagian golongan diantaranya bisa raih oleh manusia manusia saat ini. Siapa saja? Berikut ulasannya.  

1.    Istri-Istri Nabi Muhammad SAW 
Golongan yang akan mendapat dua kali lipat pahala adalah para istri Rasulullah SAW. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam Surat Al Ahzab: 31 yang artinya: 

“Barang siapa di antara kamu sekalian (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberinya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.” (al-Ahzab: 31)

2. Orang yang Bersedekah Kepada Karib Kerabat
Memberikan sesuatu kepada orang lain merupakan bentuk sedekah. Amalan ini sangat dianjurkan sebagai bentuk kasih sayang terhadap sesama. Namun ternyata bersedekah kepada karabat karib yang membutuhkan lebih utama, karena selain membantu mereka amalan ini bisa dapat mempererat tali silaturahmi. Maka ketika ingin bersedekah, lihatlah orang-orang terdekat anda. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: 

“Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah, dan bersedekah kepada kerabat ada dua (pahala): sedekah dan silaturrahim.” (HR. an-Nasai dan at-Tirmidzi, lihat Shahih at-Targhib no. 879).

Pada satu ketika ada Rasulullah ditanya sahabat tentang sedekah   kepada suami dan anak-anak yatim yang berada dalam asuhannya. Rasulullah kemudian bersabda yang artinya: 

“Keduanya mendapat pahala (menyambung) kekerabatan dan pahala sedekah.” (Shahih Muslim, “Kitab Zakat” no. 1000)

3. Seorang Hakim dan Ulama Ahli Ijtihad yang Keputusan/Hukumnya Sesuai dengan Hukum Allah Setelah Berusaha Mencapai Hukum yang Benar
Golongan selanjutnya yang bisa mendapatkan pahala dua kali lipat adalah hakim atau ulama ahli ijtihad yang keputusan/hukumnya sesuai dengan hukum Allah  setelah berusaha mencapai hukum yang benar. Dua pahala ini didapatkan karena hukumannya sesuai dengan hukum Allah, serta usahanya mencari kebenaran terhadap apa yang akan diputuskannya. 

“Ketika seorang hakim (akan) menghukumi lalu bersungguh-sungguh kemudian benar (hukumannya) maka dia mendapat dua pahala. Apabila keliru, dia mendapat satu pahala.” (HR. Muslim dan selainnya). 

Hakim dalam hadist di atas adalah mereka yang memiliki alat bukti yang cukup untuk menghukum. Bukan orang tidak memiliki ilmu lantas melakukan hukuman tanpa ketentuan yang benar. Golongan yang demikian justru akan berdosa karena bukan ahlinya.  

4. Orang yang Memberi Contoh/ Keteladanan dalam Hal yang Baik Menurut Kacamata Agama
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya), “Barang siapa memberi contoh yang baik dalam Islam, dia mendapatkan pahala (amalnya) dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa berkurang sedikit pun pahala orang yang mengikutinya.” (HR. Ahmad, Muslim, dll, dari sahabat Jarir radhiyallahu ‘anhu)

5. Orang yang Mengulangi Shalatnya Ketika Menjumpai Air Wudhu Ketika Sebelumnya Shalat dengan Bertayamum
Golongan selanjutnya yang akan mendapatkan pahala dua kali lipat adalah mereka yang mengulang salatnya ketika menjumpai air, setelah sebelumnya bersuci dengan cara tayamum. 

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dua orang lelaki keluar untuk bepergian (safar). Waktu shalat tiba padahal keduanya tidak membawa air. Keduanya lantas bertayamum dengan tanah yang suci lalu shalat. Setelah shalat, keduanya mendapatkan air pada waktu (shalat tersebut). Salah satunya mengulangi shalatnya dengan berwudhu, sedangkan yang satunya tidak mengulangi. Keduanya kemudian mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan hal tersebut. Beliau bersabda kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya, ‘Engkau sesuai dengan sunnah dan shalatmu telah sah.’ Adapun kepada yang berwudhu dan mengulangi shalatnya, Nabi bersabda, “Engkau mendapat pahala dua kali.” (HR. Abu Dawud)

6. Orang yang Berusaha Membaca Al-Qur’an dengan Benar Meskipun Terbata-Bata
Orang yang berusaha keras belajar membaca Alquran meski dengan terbata-bata juga akan mendapatkan balasan dua kali lipat pahala. Dua pahala ini didapatkan atas kesulitan ketika belajar membaca Alquran dan pahala saat membaca kalam Allah tersebut. 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Orang yang pandai membaca al- Qur’an akan bersama malaikat pencatat yang mulia lagi baik. Sementara itu, yang membaca al-Qur’an dengan terbatabata dalam keadaan merasa berat, ia mendapatkan dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Selain enam golongan tersebut, dalam sebuah hadist  Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Tiga orang yang mereka diberi pahala dua kali: (1) Seorang ahli kitab yang beriman kepada nabinya dan mendapati Nabi (Muhammad) Shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beriman kepada beliau, mengikutinya, dan memercayainya, maka dia mendapatkan dua pahala; (2) budak sahaya yang menunaikan kewajiban terhadap Allah l dan kewajiban terhadap tuannya, ia mendapatkan dua pahala; dan (3) seseorang yang memiliki budak perempuan lalu memberinya makan dan bagus dalam hal memberi makannya, kemudian mendidiknya dan bagus dalam mendidiknya, lalu dia memerdekakannya dan menikahinya, maka dia mendapat dua pahala.” (HR. al-Bukhari no. 3011 dan Muslim dalam “Kitabul Iman”, dan hadits ini lafadz Muslim). 

Sebagian kalangan menilai, jangan melakukan sesuatu karena iming-iming surga. Namun bukankah Rasulullah SAW merupakan pembawa peringatan bahwa yang baik akan masuk surga dan yang bathil masuk neraka.  Kebenaran hanya milik Allah SWT.

Selengkapnya »
12/26/2015 11:27:00 AM | 0 komentar

Tuesday, September 29, 2015

Udah Bosen Doa?


SERING banget berdoa tapi kok gak terkabul juga. Ada apa ya? Bukannya Allah subhanahu wa ta’ala udah janji bakal kabulkan apa yang kita pinta?

Biasanya kalo kasusnya kayak gitu, kita jadi ogah buat berdoa. Males deh rasanya. Terus, abis itu bosen sampai ujung-ujungnya mogok doa. Hmmm… kenapa sih Allah “tega” nyuekin kita kayak gitu? Ibadah lancar, sedekah juga tiap hari. Bantu bokap sama nyokap gak pernah ada embel-embelnya. Tapi kenapa doa kita belum juga dikabulkan-Nya?
Mau tau kenapa?

Alasannya karena… Allah seneng dengarkan doa-doa kita. Kita tuh cenderung akan berhenti berdoa saat apa yang kita inginkan sudah ada di depan mata. Oleh karena itu, Allah menunda mewujudkan keinginan tersebut sampai tiba waktu yang paling tepat, sehingga kita bisa lebih banyak bermunajat kepada-Nya.

Benarkah Allah begitu senang dengan doa-doa kita?

Yupz, bener banget. Allah sangat senang jika kita berdoa kepada-Nya. Dan sebaliknya, Allah murka pada orang-orang yang enggan melakukannya, seperti yang tercantum di dalam Al-Quran surat Al-Mu’min ayat 60.

Kita harus berprasangka baik kepada Allah jika Dia belum juga mengabulkan permintaan kita meski kita sudah lama berdoa. Pede aja bahwa semakin lama kita menunggu terwujudnya doa, maka semakin besar pula surprize yang bakalan Allah berikan nantinya.

Percaya deh. Allah itu Maha Pengasih, Maha Pemurah dan Maha Kaya. Jangan pernah berpikir bahwa Allah pelit karena doa kita belum dikabulkan-Nya. nanti bisa-bisa kita beneran gak dikasih, karena Allah itu sesuai dengan prasangka para hamba-Nya.

Perbanyak berdoa ya, sob. Teruslah berdoa. Insya Allah, doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Semua hanya masalah waktu. Ada yang cepat, ada pula yang terkadang lama. So, jangan pernah bosen dan putus asa dalam meminta apa yang kita inginkan dari-Nya ya.

Tips percepatan doa:
Salah satu waktu mustajab untuk dikabulkannya doa adalah di sepertiga malam terakhir. Waktu ini begitu spesial karena seseorang butuh perjuangan ekstra melawan rasa kantuknya dan mengetuk kasih sayang Allah di saat yang lain lagi asyik dengan mimpi tidurnya. Di saat itu, Allah akan memberikan ampunan-Nya pada orang-orang yang meminta ampunan serta mengabulkan berbagai permintaan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Just prove it by yourself!
Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: Yovie Kyu, Penulis Buku-buku Remaja

Selengkapnya »
9/29/2015 07:11:00 AM | 0 komentar

Saturday, September 26, 2015

Ingat, Pacarmu Belum Tentu Jodohmu


SEORANG pacar seringkali hadir hanya hadir sebagai penghias hidup seseorang. Dia hanya singgah untuk sementara waktu dan kemudian pergi dengan menyisakan kepahitan dan penyesalan yang berkepanjangan. Hari ini mungkin ia tengah duduk dan tertawa bersama kita, tapi bisa jadi esok lusa ia duduk di pelaminan dengan orang lain. SIapakah yang tahu? Maka sesungguhnya sahabat, pacarmu belum tentu jodohmu. Pacarmu belum tentu orang yang menggenggam tangan ayahmu dan berjanji suci di hadapan banyak orang.
Sedangkan jodoh adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan pendamping hidup kita sepanjang hayat hingga kematian yang memisahkan. Ia yang akan menggenggam tangan ayahmu dan berjanji setia untuk mencintaimu seutuhnya. Jodohmu adalah ia yang akan tetap bersamamu, tak peduli tangis atau tawa yang akan dilewati bersama.
Sahabat, bisa jadi seseorang yang engkau anggap pacarmu belum tentu menjadi jodohmu. Jadi jangan terlalu berharap banyak padanya hingga engkau rela menyerahkan segalanya demi apa yang engkau sebut cinta. Karena ia belum tentu jodohmu. Bisa jadi, hari ini ia ungkapkan cinta padamu, dan esok lusa ia ungkapkan cinta pada yang lain. Itu bukanlah hal yang tidak mungkin.
Ribuan korban selalu berjatuhan. Dan terus berjatuhan setiap harinya. Tapi anehnya, terlalu sedikit dari kita yang bisa mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita.
Tanya kenapa?
Karena lemahnya iman. Keimanan yang seharusnya menjadi tameng malah ditukar dengan nafsu yang selalu menggerogoti pikiran kita. Masihkah kita mengagungkan hubungan yang nyata-nyata dilarang Agama?
Ingatlah sahabat, hanya pasangan halalmu yang paling berhak untuk memilikimu. Lahir batin. Luar dalam. Bukan pacarmu yang setiap waktu bisa saja pergi meninggalkanmu. (islampos)

Selengkapnya »
9/26/2015 08:00:00 PM | 0 komentar

Monday, September 21, 2015

Inilah 10 Hal yang Dibenci Allah SWT


Berbuat baik terhadap diri sendiri dan sesama makhluk menjadi perkara yang sangat dicintai Allah SWT. Hal inilah yang nantinya menjadi bekal di hari akhir untuk bisa mencapai surga abadi yang dijanjikan. Namun kurangnya pengetahuan dan iman, membuat manusia justru tanpa sadar melakukan hal yang dibenci oleh Allah. Kosongnya ilmu dari dalam diri menyeret hanyut kepada perkara-perkara yang seharusnya senantiasa dihindari.

Ada sepuluh hal yang sangat dibenci Allah SWT dan tidak seharusnya manusia terjerat di dalam perangkap tersebut. Beberapa perkara diantaranya ada yang disadari, namun ada sebagian perkara yang dianggap sebagai kesalahan kecil biasa. Misalnya seperti sifat malas para pemuda,  sifat tentara perang yang takut terhadap lawan, bahkan para ahli ibadah namun menyombongkan ketaatannya juga tidak luput dari kebencian Allah tersebut. Berikut ini 10 hal yang dibenci Allah SWT dan bisa menjadi pengetahuan bagi anda :

1. Kikirnya orang-orang kaya
Kikir atau pelit merupakan penyakit hati yang timbul karena manusia terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah. Hal ini merupakan perkara yang dibenci Allah SWT terlebih jika dilakukan oleh orang kaya. Harta yang dimiliki seharusnya dimanfaatkan di jalan Allah atau disedekahkan.  Bukan justru disimpan dan enggan membantu sesama manusia yang membutuhkan. Allah SWT memperingatkan umat manusia agar tidak kikir terhadap harta yang telah Dia berikan. Allah juga memberikan  ancaman bagi manusia yang kikir dan bakhil terhadap harta yang mereka miliki seperti dalam surat Ali ‘Imran 180.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180].

“Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-nya, mereka kikir dengan karunia itu dan ia berpaling dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran) (at Taubah : 76)

2. Takaburnya orang-orang miskin
Takabbur merupakan sikap sombong dan menganggap diri lebih dibanding dengan orang lain. Dalam kasus orang miskin yang memiliki sifat takabbur, memang menjadi sebuah penyakit yang sulit dimengerti. Tidak bisa dipahami kenapa sifat ini bisa dimiliki dengan kondisi yang minim harta orang masih bisa menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal orang kaya berharta saja yang memiliki kekayaan dan harta berlimpah tidak boleh menyombongkan diri kepada siapa saja. Pasalnya hanya Allah SWT yang boleh memiliki sifat ini karena Dia memiliki segalanya.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (An-Nisaa’ : 36).

3. Rakusnya Para Ulama terhadap Dunia
Kebencian Allah SWT juga tidak luput dari para ulama yang menjadi perantara dalam menyampaikan kebaikan. Namun hanya kepada ulama yang rakus terhadap kehidupan dunia. Ulama sebagai penyeru akhlak dan moralitas hendaknya menyadari bahwa dirinya ditatap, disorot dan diamati oleh sekian ribu mata yang senantiasa menanti perilaku lurusnya. Sebagai pewaris para Nabi sudah sepantasnya mereka tidak terlalu berpikir mewariskan dunia pada anak-anaknya namun yang dia pikirkan bagimana mewariskan ilmu pada generasinya.

Sifat rakus demi dunia ini menyebabkan seorang ulama akan jauh dari perburuan pada akhirat dan melemahkan ummat. Para ulama yang mencintai semua hal yang bersifat dunia akan dipastikan kehilangan karisma dan martabat keulamaannya. Mereka biasa mendapat julukan sebagai ulama dunia atau ulama suu’ yang artinya ulama buruk. 

“Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan “ (HR. Hakim).

4. Minimnya Rasa Malu Para Wanita
Secara fitrah wanita dihadirkan dengan perasaan malu yang luar biasa. Hal ini akan tercermin dari cara mereka berbicara, memandang, serta kelembutan-kelembutan yang terefleksi dari perilaku mereka yang senantiasa berhiaskan rasa malu. Maka bagi wanita yang minim rasa malu, maka Allah SWT akan membencinya. Misalnya biasa saja menampakkan auratnya di hadapan pria yang bukan suaminya. Malu adalah mahkota seorang wanita, dan kehilangan rasa malu sama dengan kehilangan mahkotanya. Maka jangan heran jika Allah murka karena maksiat mereka. 

5. Orang yang Sudah Tua Renta Namun Tetap Mengejar Dunia
Mungkin diantara kita pernah mendapatkan pengalaman memiliki kakek atau nenek yang sudah tua namun tetap mengejar dunia. Tidak jarang tindakan mereka ini membuat gerah cucu-cucunya mengingat waktu mereka sudah seharusnya digunakan hal-hal yang berkaitan dengan mengejar akhirat. Orang tua renta seharusnya mempersiapkan segala hal untuk kematiannya. Orang tua yang masih senang dunia, mabuk di dalamnya, berebut kenikmatannya yang hanya sementara tentu saja sangat Allah benci. Apakah mereka tidak sadar bahwa dunia akan segera ditinggalkannya, lalu untuk apa dia masih berburu dunia dengan penuh tamak dan cinta yang melampui batas.

6. Malasnya Para Pemuda
Pemuda yang malas juga akan mendapatkan kebencian dari Allah SWT. Pada masa ini, pemuda diharuskan mengoptimalkan segala kemampuannya untuk bekerja mempersiapkan hari tua. Masa muda adalah masa gelora kehidupan mereka. Selain itu, juga akan menjadi penentuan masa depan yang sesungghnya.

Kemalasan anak muda menjadi indikasi bahwa mereka akan hidup susah di hari tuanya. Maka malasnya pemuda adalah alamat awal dari suram dan buramnya masa depan mereka. Inilah mengapa Allah membenci anak mudah yang memiliki sifat yang malas. Rasulullah menghimpun orang-orang mulia dalam tujuh golongan diantaranya adalah pemuda yang enerjik. Rasulullah bersabda :

“Tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Peminpin yang adil, pemuda yang tumbuh berkembang dalam beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya senantiasa terpaut ke mesjid tatkala dia keluar darinya hingga dia balik kembali, dua lelaki yang saling mencinta karena Allah. Dia berkumpul karenanya dan berpisah karenanya pula. Lelaki yang mengingat Allah sendirian kemudian kedua matanya mengalirkan air mata, lelaki yang dipanggil oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan cantik lalu dia berkata : Sesunggguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam, seseorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya (HR. Malik, Tirmidzi, Bukhari Muslim).

7. Kejinya Para Penguasa
Peminpin sebagaimana diisyaratkan hadits di atas juga seharusnya berbuat adil bukan berlaku kejam agar mereka mendapat naungan Allah di hari kiamat. Keadilan mereka sangat ditunggu dan dirindu oleh rakyat. Karena harapan keadilan memang bertumpu pada para penguasa itu. Keadilan adalam dambaan setiap orang, cita setiap insan. Tatkala seorang penguasa yang seharus adil berubah menjadi keji maka kemurkaan Allah yang demikianpedih telah menunggu mereka. Karena Allah sangat tidak suka pada mereka yang berbuat zhalim. Allah berfirman : Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang dzalim (Ali Imran : 151).

8. Pengecutnya Para Tentara Perang
Jika anda berniat menjadii tentara perang, maka anda harus berani melawan siapa yang menjadi musuh-musuh. Biasanya mereka yang terpilih dalam perang merupakan manusia pilihan untuk membela agama dan tanah airnya, Jiwa prajurit adalah jiwa ksatria yang pantang menyerah pada musuh. Jika sikap ini luntur, inilah yang akan menjadi kebencian dari Allah SWT.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur) (Al-Anfaal : 15).

9. Ujubnya Para Zahid
Ujub adalah penyakit hati yang bisa menyerang siapa saja. Tidak terkecuali pada zahid yang banyak menghindari dunia dan lebih dekat pada akhirat. Namun kezahidan mereka akan menuai murka Allah jika dalam kezahidan itu bergemuruh ujub yang membuncah dalam ucapan dan perilaku mereka Rasulullah bersabda yang artinya

Tiga perkara yang menghancurkan : kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti dan ujub dengan pendapat sendiri (HR. Bazzar dan Ath-Thabrani).

10. Riya’nya para ahli ibadah
Allah SWT juga membenci para hali ibadah namun riya menyelimuti seluruh ritual ibadahnya. Mereka biasanya menginginkan pujian dari manusia. Padahal riya’ itulah syirik kecil yang sangat diwanti-wanti oleh Rasulullah agar kita meninggalkannya.

Maka, jika kita menjadi orang kaya dermawanlah pada sesama. Jika kita ditakdirkan menjadi seorang miskin lebih rendah hatilah pada manusia. Jka kita menjadi ulama janganlah rakus pada dunia. Jika Anda seorang wanita maka ingat bahwa mahkota Anda ada pada rasa malu Anda. Jika kita telah tua renta maka segeralah rakus pada akhirat. Jika jika masih muda maka semangatlah bekerja untuk mengisi amanah khilafah di dunia yang Allah bebankan kepada Allah.

Selengkapnya »
9/21/2015 09:23:00 PM | 0 komentar

Sunday, September 20, 2015

Penjelasan Kematian Matahari dalam Al-Qur’an


Matahari merupakan salah satu bintang yang cepat atau lambat akan padam dan mati. Pada 2013 lalu, peneliti dari Vanderbilt University, Tennessee, AS, menggambarkan kemungkinan skema kematian Matahari. Mereka menemukan bahwa sejak matahari pertama kali bersinar, bintang ini perlahan mengalami pembengkakan.

Nantinya matahari akan menjadi bintang raksasa merah yang akan menelan planet di dekatnya. Pada akhirnya, ia akan menyusut menjadi bintang kecil putih, memancarkan cahaya selama seminggu untuk ratusan miliar tahun. Sebelum pengetahuan atas tentang kematian matahari ditemukan para ahli, Allah SWT sudah menjelaskannya dalam Al- Qur’an.

Al-Qur’an menjelaskan dalam surah Ya Sin, 38 tentang kematian matahari.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Dan Matahari berjalan ke tempat Peristirahatannya. Itu adalah keputusan dari Yang Mahakuasa, Yang Maha Mengetahui. (Surah Ya Sin, 38)

Ayat di atas merupakan acuan dari kematian matahari. Kata Arab “limustaqarrin” dalam ayat ini merujuk pada tempat tertentu atau waktu. Kata “tajrii” diterjemahkan sebagai “berjalan,” juga bermakna seperti “untuk bergerak, untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir.”. Nantinya pada saat yang sudah ditentukan Allah SWT, semua proses ini akan berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati.

Tampaknya dari arti kata bahwa Matahari akan terus dalam perjalanannya dalam ruang dan waktunya, tetapi pergerakan ini akan berlanjut sampai waktu tertentu yang telah ditetapkan. Ayat “Ketika matahari dipadatkan dalam kegelapan,” (QS. at-takwir, 1) yang muncul dalam deskripsi Hari Kiamat, memberitahu kita bahwa seperti waktu itu akan datang. Waktu tersebut hanya diketahui oleh Allah.

Kata Arab “taqdiiru,” diterjemahkan sebagai “keputusan” dalam ayat tersebut, termasuk makna seperti “untuk menunjuk, untuk menentukan nasib sesuatu, untuk mengukur.” Dengan ungkapan dalam ayat 38 dari Surah Ya Sin, kita diberitahu bahwa masa hidup Matahari terbatas pada jangka waktu tertentu, yang ditahbiskan oleh Allah.

اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ 

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra’d, 2) 

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ 

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. (Surah Fatir, 13)

Penggunaan kata “musamman” dalam ayat di atas menunjukkan bahwa masa hidup Matahari akan berjalan untuk “jangka waktu tertentu.” Analisis ilmiah tentang akhir Matahari menjelaskan sebagai mengkonsumsi 4 juta ton materi kedua, dan mengatakan bahwa Matahari akan mati ketika bahan bakar yang dimiliki semua telah dikonsumsi oleh matahari.

Panas dan cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan seketika. Inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir. Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir setelah bahan bakar ini telah digunakan. (Allah maha mengetahui kebenaran.) Laporan berjudul “The Death of the Sun” oleh Departemen Ilmu BBC News mengatakan:

… Matahari secara bertahap akan mati. Sebagai inti bintang ke dalam kehancuran, akhirnya akan menjadi cukup panas untuk memicu atom lain menyusunnya menjadi helium.

Para ilmuwan baru-baru ini menguraikan struktur Matahari dan menemukan apa yang terjadi di dalamnya. Sebelum itu, tak ada yang tahu bagaimana memperoleh energi matahari atau bagaimana Matahari menghasilkan panas dan cahaya.

وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلاَ تَتَذَكَّرُونَ

… Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (QS. Al-An’aam, 80)

Selengkapnya »
9/20/2015 07:51:00 AM | 0 komentar