Hi, guest ! welcome to Yahoo!. | About Us | Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Friday, January 8, 2016

Empat Wanita Kepala Daerah Paling Cantik di Indonesia


Dalam dunia politik dan pemerintahan biasanya laki-laki selalu mendominasi. Mulai dari jajaran ketua hingga yang paling bawah selalu saja didominasi oleh para laki-laki. Sangat jarang sekali ada wanita yang duduk manis menjadi orang penting orang no satu dalam lingkungan politik, kalau pun ada itu tidak banyak dan kadang tak ada yang duduk di jajaran paling tinggi.

Sangat sulit rasanya bagi wanita untuk ikut terjun apalagi ikut mencalonkan diri sebagai calon pemimpin dalam dunia perpolitikan. Status sebagai orang kedua bagi wanita kerap menyusahkan mereka untuk ikut berpartisipasi. Apalagi wanita yang sudah berumah tangga tentu tanggung jawab di luar dan di dalam rumah sangatlah berbeda.

Namun apa yang dilakukan oleh wanita-wanita berikut ini sangatlah luar biasa. Menolak takdir yang selama ini selalu menghalangi wanita untuk berkarya mereka berhasil menjadi seorang pemimpin yang mengalahkan banyak calon laki-laki. Para wanita ini terpilih menjadi walikota dan bupati dimana mereka tinggal. Selain itu mereka memiliki paras dan kecantikan yang menawan yang membuat orang bangga dan kagum karena telah di pimpin oleh mereka.

Berikut adalah Empat Wanita Kepala Daerah Paling Cantik di Indonesia :

Cristiany Eugenia Paruntu - Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara

Empat Wanita Kepala Daerah Paling Cantik di Indonesia

Wanita cantik ini besar di lingkungan dunia politik. Sang ayah, Jopie Paruntu adalah Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Utara, sementara sang ibu juga seorang politisi yang menjabat Ketua DPD Partai Golkar Minahasa Selatan dan anggota DPRD II. Lahir di Manado, 25 September 1967, Tetty, sapaan akrabnya, menjabat bupati pada usia 42 tahun untuk periode 2010-2015. 

Ia adalah lulusan Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington, Nottingham, Inggris. Sebelum terjun ke politik ia adalah pengusaha. Sampai saat ini dia masih menjabat Presiden Direktur di PT Puspita Adhiniaga Indonesia sejak 1992, Presiden Direktur PT Chandra Ekakarya Pratama pada 2006, dan Direktur PT Partim Indomakmur. Semua bergerak di bidang distribusi, alat-alat berat, perangkat telekomunikasi, dan perkapalan.

Airin Rachmi Diany - Walikota Tangerang Selatan, Banten

Empat Wanita Kepala Daerah Paling Cantik di Indonesia

Lahir di Banjar, Jawa Barat, 28 Agustus 1976, ia menjabat walikota periode 2011-2016 di usia 34 tahun. Mantan Mojang Bandung ini adalah adik ipar mantan Gubernur Banten, Ratu Atut. Ia tercatat sebagai Walikota Tangerang Selatan yang pertama, karena daerah ini merupakan pemekaran dari Kota Tangerang di Provinsi Banten. Sebelumnya, Airin pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati Tangerang tapi gagal.

Sebelum terjun ke dunia politik, Puteri Pariwisata & Putri Favorit pada pemilihan Puteri Indonesia tahun 1996 ini berprofesi sebagai notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Tangerang (PPAT) di Kabupaten Tangerang.

Rita Widyasari - Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Empat Wanita Kepala Daerah Paling Cantik di Indonesia

Lahir di Tenggarong, 11 November 1973, Rita menjabat bupati pada usia 36 tahun untuk periode 2010-2015. Sebelum menjadi Bupati, putri mantan Bupati Kutai Kartanegara (Syaukani Hasan Rais), ini, menjabat Ketua DPRD Kukar hasil pemilu 2009. 

Penyuka tas mewah dan musik rock ini sejak SMP sudah gemar berorganisasi. Ia sempat menjabat Ketua OSIS dan Badan Perwakilan Kelas. Ia memasuki dunia politik dan kepemudaan dengan bergabung di Partai Golkar dan KNPI. Kini ia memimpin Partai Golkar di wilayahnya.  Di balik kecantikannya, peraih gelar master di Universitas Jenderal Soedirman gemar balapan motor dan hobi angkat barbel.

Indah Putri Indriani - Wakil Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Empat Wanita Kepala Daerah Paling Cantik di Indonesia

Lahir 7 Februari 1977, wanita muda ini ulai menjabat wakil walikota pada usia 33 tahun, untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat, Indah tercatat sebagai akademisi, pernah menjadi tenaga ahli Komisi II DPR RI, dan caleg DPR RI pada Pemilu 2009 Sebelum terjun ke dunia politik, Indah aktif dunia akademis. Ibu dua anak ini pernah tercatat sebagai staf pengajar program S1 & ekstension FISIP UI, dosen pascasarjana ilmu politik UI, dosen FISIP Universitas Bung Karno, dan dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta. 

Nah, itulah sekiranya empat kepala daerah paling cantik di dunia. Tak hanya sekedar cantik mereka juga telah berhasil membawa daerah yang mereka pimpin menjadi lebih maju menjadi lebih dikenal dan tentunya menjadi lebih sejahtera. Semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan anda semua.

Selengkapnya »
1/08/2016 02:38:00 PM | 0 komentar

Saturday, September 19, 2015

Biografi Mohammad Hatta - Bapak Koperasi Indonesia


Nama Mohammad Hatta sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pria yang menjadi Wakil Presiden Pertama Republik ini memiliki banyak peran dalam kemerdekaan NKRI. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan sosoknya sebagai pahlawan bagi masyarakat Indonesia. Tentu saja banyak yang bertanya-tanya mengenai saja apa saja yang sudah dilakukannya untuk Indonesia? Berikut ini adalah ulasan mengenai Biografi Mohammad Hatta.

Biografi Mohammad Hatta
Mohammad Hatta atau lebih akrab disapa Bung Hatta ini merupakan pria kelahiran Aua Tajungkang, Bukit Tinggi pada 12 Agustus 1902. Mungkin karena itulah namanya kemudian diabadikan sebagai nama sebuah universitas swasta di Sumatera Barat yakni Universitas Bung Hatta. Ia merupakan akan dari Haji Mohammad Djamil dan Siti Saleha. Akan tetapi, malang menimpa Bung Hatta kecil karena harus kehilangan ayahnya pada usia delapan bulan. Hal itulah yang kemudian menyebabkan ia dibesarkan di lingkungan keluarga sang Ibu.

Sebenarnya nama asli dari pria asal Bukit Tinggi ini bukanlah Moh Hatta. Melainkan Mohammad Athar yang berarti harum dalam bahasa Arab. Dalam kesehariannya ia dipanggil dengan nama Athar. Akan tetapi karena banyak yang merasa kesulitan dalam penyebutan namanya maka banyak yang memanggilnya dengan panggilan Ata dan pada akhirnya menjadi Hatta.

Kala Hatta kecil, kehidupannya tidak sama dengan anak-anak lainnya. Hal itu dikarenakan ia tinggal di lingkungan keluarga ibunya yang terpandang lagi agamis. Sang kakek, Ilyas Bagindo berkontribusi besar dalam mendidik Hatta. Ketika kecil, ia banyak menghabiskan waktu di rumah dan tidak mempunyai banyak teman. Akan tetapi, meskipun demikan hal itu tidak mempengaruhi pergaulannya ketika sudah dewasa.

Bung Hatta memang terlahir sebagai seorang organisator. Mental tersebut sudah dibangun sejak ia masih kecil dengan banyak mengikuti berbagai pergerakan. Pada tahun 1916, ia pernah menjadi anggota perkumpulan-perkumpulan pemuda Jong Sumatranen Bond. Ketika itulah mulai tumbuh kesadarannya tentang pentingnya arti keuangan bagi hidupnya sebuah perkumpulan. Setelah menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik, Hatta kemudian melebarkan kiprahnya dengan terjun ke dunia Politik.

Biografi Mohammad Hatta berlanjut ke karir politiknya. Ketika menempuh pendidikannya di Belanda, Hatta terus mengasah kemampuan berpolitiknya. Pada tahun 1921 dirinya menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dnegan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang bernama Indische Vereeniging. Pada awalnya organiasi ini hanya merupakan perkumpulan bagi para pelajar. Akan tetapi, segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan ketika ada tiga tokoh Indische Partij yang bergabung. Ketiga tokoh tersebut adalah Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu. Kemudian nama perkumpulan tersebut berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Karirnya semakin menanjak ketika ia dipilih menjadi bendahara PI pada tahun 1922. Tiga tahun kemudian dirinya terpilih menjadi ketua perhimpunan tersebut. Ketika menjadi ketua inilah ia menjadi pimpinan delegasi Kongres Demokrasin Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis pada tahun 1926.

Pada saat itu, dirinya mulai memperkenalkan nama Indonesia kepada kalangan organisas-i-organisasi Internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis asal India, Jawaharhal Nehru.

Karena aktivitas politiknya di organisasi inilah yang kemudian menyebabkan ia ditangkap oleh tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat. Namun pada akhirnya ia dibebaskan setelah berpidato dengan pidato pembelaan yang berjudul: Indonesia Free.

Pada tahun 1932 dirinya kembali ke Indonesia dan bergabung dnegan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia. Organisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia lewat pelatihan-pelatihan yang mereka adakan. Akibatnya, Partai Pendidikan Nasional Indonesia menjadi perhatian pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1933 Belanda kemudian menangkap pimpinan partai yang kemudian diasingkan ke Digul, Papua.

Dalam masa pengasingan tersebut, Hatta aktif untuk menulis diberbagai surat kabar. Selain itu ia juga banyak membaca buku yang dibawanya dari Jakarta dan kemudian mengajarkan ilmu yang didapatkan kepada teman-temannya. Pada tahun 1935 ketika pemerintahan kolonial Belanda berganti Hatta dan Sjahrir dipindahkan ke Bandaneira. Di lokasi baru inilah ia dan Sjahrir memberikan pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik dan lain-lain.

Hatta dan Sjahrir menghabiskan delapan tahun hidupnya di tempat pengasingan. Setelah itu mereka di bawa kembali ke Suka Bumi pada tahun 1942. Selang satu bulan kemudian, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Kala itu Hatta dan Sjahrir di bawa ke Jakarta.

Pada awal Agustus 1945, Hatta dipilih menjadi Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mendampingi Soekarno sebagai Ketua. Sehari sebelum dikumandangkannya Proklamasi kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia tersebut hanya terdiri atas Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti yang bekerja merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya. Teks Proklamasi tersebut ditanda tangani oleh Soekarno dan Hatta atas usulan dari Soekarni.

Tepat tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Kemudian sehari setelahnya, tepatnya pada 18 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Setelah mendengar kabar kemerdekaan Indonesia, membuat Belanda kembali berambisi untuk menjajah. Mengetahui niat Belanda tersebut tidak membuat Hatta hilang arah. Ia kemudian meminta bantuan kepada India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar ditindak pada PBB. Berbagai pemberontakan terjadi demi memertahankan kedaulatan negeri tercinta

Atas perjuangan tersebut maka rakyat Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan atas kedaulatan Indonesia. Pengakuan itu diberikan oleh Ratu Juliana kepada Hatta pada tanggal 27 Desember 1949. Setelah mendapatkan pengakuan tersebut, maka Indonesia telah mutlak mendapatkan kemerdekaan.

Meskipun telah merdeka, namun tidak membuat Hatta berhenti berjuang. Ia memberikan ceramah-ceramag serta melakukan pembelajaran kepada anak bangsa lainnya. Dirinya juga aktif menulis tentang berbagai macam karangan serta membimbing gerakan koperasui sesuai dengan yang dicita-citakannya. Pada tanggal 12 Juli 1951, dirinya memberikan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi. Lima hari kemudian, dirinya diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia.

Segala kesuksesan di belakang Hatta tidak lepas dari dukungan wanitan kuat di belakangnya. Ia adalah Rachim Rahmi wanita yang dinikahi Hatta pada 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dari pernikahan tersebut, keduany dikaruniai tiga orang puteri.

Kesehatan Hatta semakin menurun pada tahun 1980-an. Akibatnya, pada 14 Maret 1980, Hatta menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Meskipun telah berpulang akan tetapi jasa-jasa yang telah diberikan untuk bangsa Indonesia masih akan selalu dikenang. Atas perjuangannya tersebut Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi “Bintang” Republik Indonesia Kelas I” yang diberikan oleh Presiden Soekarno.

Itulah artikel mengenai Biografi Mohammad Hatta. Semoga menambah pengetahuan mengenai informasi orang-orang besar di negara ini. Terimakasi telah membaca.

Biodata Mohammad Hatta
Nama Lengkap : Mohammad Hatta
Alias  : Bung Hatta 
Agama : Islam
Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat
Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 
Zodiac : Leo
Hobby : Membaca | Menulis
Warga Negara : Indonesia
Istri : Rahmi Rachim
Anak : Meutia Farida Hatta Swasono, Gemala Hatta, Halida Hatta

Selengkapnya »
9/19/2015 08:47:00 PM | 0 komentar

Tuesday, September 15, 2015

Biografi Joko Widodo - Presiden Ketujuh Indonesia


Biografi Joko Widodo menjadi salah satu inspirasi generasi muda dalam mencapai impian. Ia merupakan Presiden Indonesia yang ketujuh dengan latarbelakang keluarga yang sederhana. Namun dengan usaha dan kerja kerasnya, Ia berhasil menjadi orang nomor satu di negeri ini. Meski banyak persoalan yang dihadapi selama masa awal kepemimpinannya, namun sosok yang satu ini terus saja mencoba menujukan performa terbaiknya.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini mulai dikenal luas saat menjabat sebagai walikota Solo. Ia kemudian mencalonkan diri menjadi gubernur Jakarta. Tidak puas dengan jabatan sebagai Gubernur, Jokowi kemudian melebarkan sayapnya dengan mencalonkan diri sebagai Calon Presiden Indonesia pada pemilu 2014 lalu. 

Dalam pemilihan tersebut, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang kemudian dilantik pada Oktober 2014. Presiden Indonesia yang ke tujuh ini akan memimpin Indonesia sampai 2019 mendatang. Tentu saja kita ingin tahu mengenai perjalanan hidup seorang Joko Widodo. Seperti apa kisahnya? Berikut ulasannya. 

Biografi Joko Widodo
Joko Widodo lahir pada 21 Juni 54 tahun silam ini terlahir dari keluarga yang bisa dikatakan kurang berkecukupan. Anak dari Noto Miharjo dan Sujiatmi Notomiharjo ini memulai pendidikannya di SD Negeri 111 Tirtayoso yang pada kala itu dikenal sebagai sekolah untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Dahulunya, sebelum berganti nama Joko Widodo bernama Mulyanto. 

Keadaan keluarga yang seba pas-pasan membuat Jokowi kecil harus berbeda dengan anak kecil pada umumnya. Selama dibangku sekolahan, ia harus berjalan kaki saat berangkat ke sekolah. Dirinya tidak pernah merasa iri dengan teman-temannya yang menggunakan sepeda ontel pada saat itu. Tidak hanya itu saja, dikarenakan keadaan ekonomi yang pas-pasan inilah yang kemudai membuat ia harus bekerja demi memperoleh uang jajan dan keperluan sekolah. Ia tidak pernah merasa malu untuk berdagang, mengojek payung serta menjadi kuli panggul supaya tidak menambah beban kedua orangtuanya. 

Tidak banyak orang yang begitu tahu mengenai kisah mengharukan Jokowi ketika masih kecil. Kala itu, ia dan keluarganya harus mengalami pahitnya tiga kali penggusuran. Rumah petak yang juga merupakan tempat usaha kayu ayahnya di daerah Cinderejo Lor, harus digusur yang kemudian dijadikan pusat jasa travel. Kejadian tersebut kemudian menjadi cerita hidup yang tidak dapat dilupakan oleh Jokowi. Canda, tawa, serta tangisan menjadi warna dalam kehidupan Jokowi dan keluarga. Akan tetapi meskipun rentetan kejadian terus menimpanya, tidak membuat semangat Jokowi untuk belajar menjadi surut. Setelah menamatkan pendidikan sekolah dasarnya, Jokowi kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta dan SMA Negeri 6 Surakarta. 

Setelah lulus dari SMA, ia kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Pada tahun 1985, Jokowi memperoleh gelar sarjananya. Kehidupan memaksanya untuk merantau ke Aceh guna melanjutkan hidup usai lulus kuliah. Di Aceh, ia bekerja di salah BUMN akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama. Kemudian ia kembali ke Solo dan bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan di CV. Roda Jati. Setelah merasa cukup dengan kemampuan serta pengalamannya, ia kemudian berhenti dari pekerjaannya tersebut pada tahun 1998. Setelah berhenti, ia memberanikan diri untuk memulai bisnis. Dengan kerja keras, ketekunan serta pengalaman yang dimiliki, akhirnya Jokowi berhasil menjadi seorang eksportir mebel serta mengembangkan bisnis yang digelutinya tersebut.

Biografi Joko Widodo tidak hanya sampai di dunia bisnis saja. Namun, ia juga mengembangkan karirnya di dunia perpolitikan Indonesia. Pada tahun 2005, dirinya memulai karir politiknya kala mencalonkan diri sebagai calon walikota Surakarta dengan Partai PDI Perjuangan sebagai pengusungnya. Pencalonannya tersebut berjalan dengan sukses, hal tersebut dibuktikan dengan terpilihnya ia menjadi Walikota Solo. Meskipun pada awal karirnya di dunia politik banyak yang meragukan kemampuannya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk membuat kota Solo menjadi lebih baik lagi. 

Dalam masa pemerintahannya, banyak perubahan baik yang dialami oleh Solo. Gebrakan demi gebrakan terus dilakukannya dalam masa satu tahu pemerintahannya. Ia mengembangkan Kota Solo dengan mengambil contoh pengembangangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam perjalanan bisnisnya. 

Sukses menjadi Walikota Solo ternyata belum membuat Jokowi puas. Ia kemudian mencoba peruntungannya ke posisi yang lebih tinggi lagi. Pada tahun 2012, ia diminta oleh Jusuf Kalla untuk menjadi bakal calon sebagai Gubernur DKI Jakarta dan berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama. 

Dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta itu Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama berhasil memenangkan Pilkada dengan mengantongi 53,81% suara penduduk Jakarta. Akhirnya, pada 29 September 2012 KPUD DKI resmi melantik Jokowi-Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ke-17 DKI Jakarta dengan masa bakti 2012-2017 menggantikan Fauzi Bowo dan Prijanto. 

Sepak terjang Jokowi kala menjadi Gubernur DKI Jakarta berhasil mengambil hati masyarakat. Namun, Jokowi tidak juga puas dengan jabatan yang diduduki saat itu. Pada tahun 2014 ia maju sebagai kandidat dari PDI Perjuangan berpasangan dengan Jusuf Kalla. Dalam pemilu tersebut pasangan yang menempati nomor urut 2 ini berlawanan dengan Praboso Subianto yang diusung oleh Partai Gerindra dengan Hatta Rajasa sebagai wakilnya. Pemilu tersebut berhasil dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pada Oktober 2014 lalu keduanya dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 

Itulah ulasan tentang Jokowi yang merupakan sosok pemimpin yang sederhana dan bersajaha yang akan memimpin rakyat Indonesia hingga 2019 mendatang. Semoga cerita kehidupan beliau dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Terimakasih telah membaca.

Biodata Joko Widodo : 
Nama Populer : Jokowi
Nama Lengkap : Ir. Joko Widodo
Lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Partai politik : PDI Perjuangan 
Istri : Ny. Hj. Iriana Joko Widodo 
Anak: Gibran Rakabumi Raka, Kahiyang Ayu, Kaesang Pangerap
Agama : Islam - Hobby : Penikmat musik rock
Riwayat Pendidikan : 
- SDN 111 Tirtoyoso Solo, SMPN 1 Solo, SMAN 6 Solo 
- Almamater : Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
Pekerjaan : Pengusaha, Eksportir Mebel, Walikota Solo 2005-2010, Gubernur DKI 2010-2015 dan Presiden RI ke 7 2014-2019

Selengkapnya »
9/15/2015 09:19:00 PM | 0 komentar

Biografi Presiden Soekarno - Presiden Pertama Indonesia


Biografi Presiden Soekarno menjadi artikel yang menarik untuk dibaca. Sosok pria yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia ini akan selalu diingat dan dikenang atas perjuangannya dalam mendapatkan serta mempertahankan kemerdekaan. Selain menjadi kebanggaan di Indonesia, ia juga pernah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang disegani di dunia internasional.

Presiden Soekarno atau biasa disapa Bung Karno ini merupakan putera dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai. Pria kelahiran 06 Juni 1901 ini mempunyai nama asli Koesno Sosrodiharjo. Akan tetapi, dikarenakan pada saat masih kecil beliau sering sakit-sakitan maka namanya berubah menjadi Soekarno

Biografi Presiden Soekarno
Tidak seperti anak pada umumnya yang tinggal bersama orangtua mereka. Soekarno justru meninggalkan orangtuanya di Blitar dan kemudian memilih untuk ngekos di kediaman Haji Oemar Said Tjokroaminoto. H. O.S Tjokroaminoto merupakan pendiri Serikat Islam (SI) sejak SD hingga lulus sekolah.

Setelah tamat sekolah, ia melanjutkan pendidikan di Hoogere Burger School atau HBS. Di tempat kulaih tersebutlah terbentuk jiwa nasionalismenya yang tinggi terhadap NKRI. Pada  tahun 1920 ia berhasil lulus dari Hoogere Burger School. Selanjutnya, ia kemudia melanjutkan pendidikan ke Technishe Hoogeschool (THS). THS inilah yang menjadi cikal bakal perguruan tinggi yang terkenal saat ini yakni ITB.

Dari kampus tersebut ia berhasil memperoleh gelar sarjananya sebagai Insinyur (Ir) setelah berjibaku dalam menimba ilmu selama enam tahun. Setelah lulus, ia langsung mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tnggal 4 Juli 1927. Sejak berdirinya partai tersebut, ia kemudian mulai mengamalkan Mahaenisme. Adapun tujuan dari pembentukan PNI ini adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari jajahan Belanda.

Mata Belanda tiada henti-hentinya mengawasi Bung Karno setelah pemberontakan yang dilakukan. Pada tahun 1929, Belanda memenjarakannya di Penjara Suka Miskin. Ketika berada di penjara, ia selalu diantarkan makanan oleh istrinya, Inggit. Segala tindak tanduk keduanya selalu diawasi, hal itu dikarenakan Belanda takut apabila terjadi percakapan mengenai kemerdekaan Indonesia.

Sosok pria yang satu ini memang ditakuti oleh Belanda. Hal itu dikarenakan, ia dikenal sebagai tahanan yang mampu menghasut oranglain agar berfikir untuk merdeka yang kemudian membuatnya dianggap cukup berbahaya. Dikarenakan ketakutannya tersebut, Belanda kemudian mengisolasinya ke tahanan elit. Hal tersebut bertujuan agar dirinya tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Lagi pula, tahanan elit itu banyak berisikan orang-orang Belanda yang melanggar hukum. Jadi tidak banyak kemungkinan Bung Karno akan mendapatkan kabar tentang Indonesia di dunia luar dari dalam tahanan ini.

Pada Desember 1931, Soekarno dibebaskan dari penjara Suka Miskin. Selama berada di penjara, ia tidak pernah mendapat kunjungan dari kedua orangtuanya. Hal itu disebabkan karena kedua orangtuanya tidak sanggup untuk melihat Soekarno di penjara. Selama dipenjara badan Soekarno menjadi kurus dan kulitnya menjadi hitam. Soekarno sering beralasan bahwa ia bekerja di bawah sinar terik matahari yang membuat kulitnya menjadi hitam.

Kasus yang menjerat Soekarno baru disidangkan oleh Belanda pada delapan bulan setelah kejadian tersebut terjadi. Soekarno dalam pembelaannya membuat judul bernama ‘”Indonesia Menggugat”. Dalam pembelaanya tersebut ia mengungkapkan bahwa Belanda adalah bangsa yang serakah dan telah menindas serta merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dikarenakan pembelaan tersebut membuat Belanda semakin marah, dan pada akhirnya membubarkan PNI bentukan Soekarno pada Juli 1930. 

Setelah keluar dari penjara, Soekarno kemudian bergabung dengan Partindo dan didaulat sebagai pemimpin Pertindo. Namun, ia kembali di tangkap oleh Belanda dan kemudian diasingkan ke Flores dan empat tahun kemudian dibuang ke Bengkulu. Setelah masa pengasingan itu, ia bertemu dengan rekannya yang bernama Mohammad Hatta yang akan menjadi teman seperjuangannya dalam memperoklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno berserta Moh Hatta berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang. Pada hari itu pula diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Proklamasi kemerdekaan inilah yang kemudian membawa keduanya  menjadi Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia. 

Biografi Presiden Soekarno tidak lengkap apabila belum membahas mengenai istri-istrinya. Yah, memang begitulah kehidupan ketika sedang berada di puncak kejayaan manusia selalu digoda dengan harta, tahta dan wanita. Di luar sosoknya sebagai Bapak Bangsa Indonesia, tidak banyak yang mengetahui bahwa Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali. Kharisma yang dimilikinya membuat banyak wanita terpikat kepadanya dan kemudian dijadikan isteri. Beliau tertarik dengan wanita ynag sederhana namun juga berpakaian sopan. 

Fatmawati yang menjadi istrinya pernah bertanya kepada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpakaian seksi namun beliau menjawab bahwa wanita dengan penampilan yang sopan dan sederhana dan juga tampil apa adanya lebih menarik untuk disukai sebab kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian atau kesederhanaannya. Beliau tidak menyukai wanita yang berpenampilan seksi seperti menggunakan rok pendek lagi ketat serta memakai lipstik seperti wanita modern pada umumnya. Namun, tahukah anda artis Amerika Marylin Monroe sangat menyukai kharisma dari seorang Presiden Soekarno.

Soekarno sangat mengidamkan wanita yang setia, konservatif, dan juga bisa menjaganya. Selain itu, Beliau juga senang ketika wanita itu bisa melayani dan menjaganya. Fatmawati sangat terkesima dengan kesederhanaan dari seorang soekarno. Hal tersebut membuatnya rela menemani Soekarni hingga akhir hayatnya. 

Pada tahun 1960 terjadi pergolakan yang amat dahsyat di Indonesia. Penyebab utamanya adalah terjadinya pemberontakan besar oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kemudian dikenal dengan G30-S/PKI. Pergolakan tersebut menyebabkan berakhirnya masa pemerintahan Soekarni dan juga Orde Lama yang ditandai dengan adanya “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret pada tahun 1966. Supersemar tersebut berisikan himbauan dari Soekarno kepada Soeharto untuk mengendalikan Keamanan serta ketertiban negara yang kala itu tengah dilanda kekacauan dan menjadikan Soeharto sebagai Presiden yang baru bagi bangsa Indonesia. 

Setelah berakhirnya masa jabatannya sebagai Presiden, Beliau banyak menghabiskan waktuya untuk beristirahat di Istana Bogor. Sungguh disayangkan, nasib malang tersebut menimpa Bapak Bangsa yang berjuang demi kemerdekaan. Ketika mengalami sakiti, resep obat yang disarankan oleh dokter tidak ditukarkan. Resep tersebut dibiarkan dan tidak pernah ditukar dengan obat. Berdasarkan laporan, penguasa baru memang membiarkan Soekarno mati perlahan dan menolak kesembuhannya.

Kondisi yang semakin memburuk dialami oleh Bung Karno. Dikarena kondisi yang tak kunjung membaik, pada 21 Juni 1970 di RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta beliau menghembuskan nafas terakhirnya.  Banyak yang menduga bahwa Ir. Soekarni dibunuh secara perlahan. Hal itu dikarenakan Presiden Soeharto secara ketat mengawasi serta mengatur pengobatan Ir. Soekarno ketika mengalami sakit. Saat berada di Wisma Yaso jalan Gatot Subroto ia ditahan dan ketika sakit tidak dapat kemana-mana. Hal itulah yang membuat ia menderita lahir dan batin. Selain itu, keluarganya juga tidak diizinkan secara bebas untuk mengunjunginya.

Luka mendalam dirasakan oleh bangsa Indonesia karena ditinggalkan oleh sang pahlawan. Namun, meskipun demikian, jasanya tidak akan pernah terlupakan. Bahkan meskipun tak lagi menyandang predikat sebagai presiden, namun penggunaan jabatan tersebut terus saja melekat pada dirinya, Presiden Soekarno. 

Itulah Biografi Presiden Soekarno Bapak Bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah kecintaan kita terhadap Indonesia. Terimakasih telah membaca.

Selengkapnya »
9/15/2015 09:16:00 PM | 0 komentar

Biografi Basuki Tjahaja Purnama - Gubernur Jakarta


Siapa yang tidak mengenal Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok. Gubernur Jakarta ini sosoknya memang begitu kontroversial ketika mengeluarkan kebijakan-kebijakan. Tidak jarang Ia selalu bertentangan dengan banyak pihak dan sering dikritik sebagai orang yang ceplas-ceplos dan dinilai tidak santun dalam bertutur kata. Namun begitu, banyak juga pihak yang mendukung sang Gubernur karena memiliki ketegasan dan keberanian seperti itu.

Ahok merupakan keturunan kaum minoritas Tiong Hoa yang berhasil menjadi pemimpin di negeri ini. Putra dari pasangan Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsing ini lahir di Belitung 29 Juni 1966. Masa kecilnya Ia habiskan di Desa Gantung, Belitung Timur hingga Ia lulus SMA. Namun setelah lulus, Ia berhijrah dan kuliah ke Jakarta. Dari sinilah kecintaannya terhadap Ibukota mulai terbangun. 

Ahok memutuskan untuk mengambil jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral, Universitas Trisakti. Ia lulus pada tahun 1989 dan memilih kembali ke Belitung. Di sana Ia mengembangkan jiwa usahanya dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan Timah.

Ternyata lulus S1 tidak membuatnya puas terhadap pendidikan yang telah Ia capai. Pada akhirnya sambil menjalankan usahanya, dua tahun kemudian Ia meneruskan kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya dan mendapatkan gelar Magister Manajemen.  Ia kemudian menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek di PT Simaxindo Primadaya. 

Setelah itu, berdasarkan ilmu yang sudah Ia dapatkan serta pengalaman bekerja di perusahaan, Ahok memutuskan untuk mendirikan PT Nurindra Ekapersada. Inilah yang menjadi langkah awal perjalanannya dari Gravel Pack Sand (GPS). Setelah berhenti bekerja untuk PT Simaxindo, Ahok mendirikan pabrik pengolahan asir kuarsa pertama di Belitung, yang berlokasi di Dusun Burung Mandi. 

Perusahaan tersebut dia dirikan dengan mengadopsi dan mengadaptasi teknologi Amerika Serikat dan Jerman. Bersama dengan berkembangnya pabrik tersebut, kawasan industri dan pelabuhan samudra berkembang. Kawasan tersebut sekarang dikenal sebagai Kawasan Industri Air Kelik (KIAK). 

Kemudian, pada tahun 2004, Ahok berhasil meyakinkan seorang investor Korea untuk membangun Tin Smelter atau peleburan bijih timah di KIAK.

Nah, pada tahun itu pula, Ahok mulai bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB), dan ditunjuk sebagai ketua DPC PIB Kabupaten Belitung. Inilah awal mula Ahok berkarir di dunia politik. Pada Pemilu 2004, dia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung hingga tahun 2009.

Satu tahun kemudian, setelah mengantongi 37% lebih suara rakyat, Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Dalam masa jabatannya, Ahok membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warga tanpa kecuali. Namun, pada 22 Desember 2006, Ahok resmi mengundurkan diri dari pemerintahan dan menyerahkan jabatan tersebut kepada wakilnya, Khairul Effendi.

Lalu pada tahun 2007, Ia mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur Bangka Belitung. Pada saat itu, dia mendapatkan dukungan penuh dari Abdurrahman Wahid. Namun, dia kalah dengan Eko Maulana Ali. Tahun ini juga, Ahok mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi. program pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi Belitung Timur juga berhasil mengantarkan Ahok untuk meraih penghargaan tersebut. 

Kemudian, pada tahun 2008, Ahok meluncurkan sebuah buku yang berjudul "Merubah Indonesia". Ahok adalah seorang ayah dari Nicholas, Natania, dan Daud Albeenner, dan Ahok juga mempunyai seorang istri yaitu wanita asal Medan, Veronica. 

Karirnya di dunia politik kemudian semakin meranjak sejak Ia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo pada tahun 2012 lalu. Di pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012 tersebut, pasangan ini sukses meraih suara terbanyak dengan mendapat 1.847.157 (42,60%) suara pada putaran pertama, dan 2.472.130 (53,82%) suara pada putaran kedua. Mereka sukses mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Kemudian pada 11 Juni 2014 lalu, salah satu tokoh ini mengambil cuti panjang untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2014 lalu. Sejak saat itu, Ahok resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Ternyata Jokowi yang berpasangan dengan JK sukses mendapatkan suara terbanyak pada Pilpres 2014 mengalahkan Prabowo Hatta. 

Tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2014 Jokowi resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dan tepat pada tanggal tersebut, Ahok resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Nah itulah akhir dari biografi Basuki Tjahaja Purnama. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Kita semua.

Biodata  Basuki Tjahaja Purnama
Nama Lengkap : Basuki Tjahaja Purnama
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Manggar, Bangka Belitung
Tanggal Lahir : Rabu, 29 Juni 1966 
Zodiac : Cancer
Hobby : Menulis
Warga Negara : Indonesia

Selengkapnya »
9/15/2015 09:13:00 PM | 0 komentar