Hi, guest ! welcome to Yahoo!. | About Us | Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Friday, January 22, 2016

Ngurah Rai dan Martadinata, Nama Kapal Perang TNI AL Buatan Dalam Negeri



TNI AL akan memiliki dua kapal perang baru produksi dalam negeri. Kapal perusak rudal buatan PT PAL (Persero) itu akan diberi nama seperti dua nama pahlawan.

PT PAL bekerja sama dengan perusahaan galangan kapal Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dalam membangun kapal jenis PKR (Kapal Perusak Rudal) itu. Kapal Fregate class 10514 tersebut kini diproduksi di galangan kapal milik PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.

"Pembangunan kedua kapal perang tersebut merupakan bagian dari program Transfer of Technology (ToT) dengan DSNS yang memerlukan waktu pembuatan selama 49 bulan," ungkap Kadispenal Laksma M Zainudin kepada detikcom, Kamis (21/1/2015).

First Steel Cutting kapal PKR-1 disebut Zainudin telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2014, sementara kapal PKR-2 pada tanggal 16 Juli 2014 lalu. PKR-1 pun sudah dilaunching di Surabaya pada Senin (18/1) lalu oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Menhan, KSAL dan Menko Kemaritiman hadiri peluncuran.




"Kapal PKR 10514 memiliki panjang 105 meter dan lebar 14 meter. Dilengkapi sistem pendorong yang mampu berlayar dengan kecepatan 28 knot bila menggunakan 2 unit diesel engine propulsion dan kecepatan 15 knot jika menggunakan 2 unit electric motor propulsion," jelas Zainudin.

Dengan menggunakan pendorongan elektrik, kapal yang memiliki kemampuan siluman (stealth technology) tersebut bisa menghemat bahan bakar. Pasalnya secara otomatis kapal bergerak dengan menggunakan tenaga listrik. Kemampuan siluman yang dimiliki memungkinkan kapal untuk tidak dapat terdeteksi radar.

"Kapal juga dilengkapi sensor udara yang tercanggih saat ini sehingga mampu mendeteksi sasaran di udara lebih dari 200 kilometer. Selain sistem sensor yang dimiliki, kapal PKR dilengkapi dengan sistem peralatan komunikasi modern yang mampu berkomunikasi dengan berbagai unsur lainnya," Zainudin menuturkan.

Sistem komunikasi modern PKR 10514 memungkinkan kapal untuk berkomunikasi dengan kapal permukaan, kapal selam dan pesawat udara baik komunikasi voice maupun data secara terbuka maupun crypto. Tak hanya itu, kedua kapal ini juga memiliki persenjataan modern yang terintegrasi dalam sistem canggih Sensor Weapon Control (Sewaco).

"Antara lain persenjataan meriam kaliber 76 mm dan Millenium Gun 35 mm, peluncur rudal anti serangan udara dan anti kapal permukaan, serta peluncur torpedo," terang Zainudin.

Kapal PKR Jenis Fregate Class 10514 merupakan salah satu jenis KRI dalam susunan kapal tempur pemukul (striking Force) dalam armada tempur. Kapal tempur pemukul ini mempunyai fungsi asasi untuk mampu hadir di segala mandala operasi dan segala cuaca, dapat mengimbangi dan mengungguli kemampuan tempur Angkatan Laut Negara lain. 

Striking Force juga memiliki fungsi tambahan yaitu untuk melaksanakan peperangan 3D atau 3 dimensi. Yaitu, peperangan anti udara, anti kapal permukaan dan anti kapal selam. 

"Dalam pelaksanaan tugasnya, PKR mampu dioperasikan di medan pertahanan utama dan di daerah-daerah perlawanan serta tugas tambahan dalam penanggulangan bencana di laut (SAR)," ucap Zainudin.





"Bagi TNI AL peristiwa ini memiliki makna penting sesuai dengan kebijakan pembangunan kekuatan yang diarahkan pada perwujudan kekuatan TNI AL menuju Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF), yaitu struktur kekuatan yang disusun berdasarkan kemampuan yang diperlukan (capability design) untuk menghadapi segala bentuk ancaman dalam rangka menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan segala resiko yang dihadapi," sambungnya.

Untuk peningkatan kemampuan sistem persenjataan, kata Zainudin, TNI AL akan terus melibatkan industri dalam negeri yang ada dalam pengadaan alutsista. Lalu akan diberi nama apa dua kapal ini?

"Direncanakan akan diberi nama dua nama pahlawan nasional Indonesia. Untuk kapal PKR-1 akan diberi nama Raden Eddy Martadinata (REM), sedangkan kapal PKR-2 akan bernama I Gusti Ngurah Rai (GNR). Kedua nama pahlawan nasional tersebut sebelumnya pernah pula digunakan pada kapal perang TNI AL yang telah di-disposed," jawab Zainudin.

KRI REM dan KRI GNR rencananya akan diserahkan PT PAL kepada pihak TNI AL pada bulan Oktober 2017. Namun masih belum dijelaskan akan ditempatkan pada satuan kedua kapal perang ini.

"Kedua kapal tersebut akan memperkuat jajaran TNI AL untuk mengemban tugasnya mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di perairan yurisdiksi nasional Indonesia," tutupZainudin.


detik

Selengkapnya »
1/22/2016 11:39:00 AM | 0 komentar

Thursday, January 21, 2016

Aksi Dari Raider TNI AD Membuat Tentara Ranger AS Ini Kagum Dan Minta Berguru

Bukan rahasia lagi jika pasukan TNI yang dimiliki oleh Indonesia ini memang di akui akan ketangguhannya, seperti BeritaJempol.com kabarkan sebelumnya mengenai senjata andalan SPR 2 dari PT PINDAD yang bisa menembus tank baja hingga kekuatan pasukan lainnya tak henti-hentinya membuat kita bangga dengan Indonesia ini.


Nah, Kali ini kita akan bahas sedikit mengenai ketangguhan dari  pasukan khusus RAIDER yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang berada di bawah naungan Kodam Brawijaya, dimana aksi mereka pada beberapa waktu lalu saat melakukan latihan bersama pasukan Ranger Amerika Serikat dan membuat decak kagum pasukan tentara international tersebut.

Mungkin anda sudah mengenal pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dari Resimen 2nd Stryker Pasukan Khusus Ranger dimana mereka mengadakan latihan bersama pasukan TNI Angkatan Darat Batalion Infanteri 411/Raider di Indonesia.

Sekedar gambaran bahwa pasukan US Ranger yang berlatih ini adalah pasukan yang dikirim dari Joint Base Lewis-Mchord. Dimana pasukan ini adalah pasukan yang paling banyak dikirim untuk bertempur di Afghanistan dan Irak, karena dianggap punya pengetahuan taktis terlengkap menghadapi perang gerilya kota maupun hutan. Sebagai catatan bahwa selama perang 8 tahun di Irak, anggota dari pasukan divisi Stryker yang tewas 'hanya' 42 prajurit. Maka dari itu batalion ini adalah pasukan yang paling terakhir ditarik dari medan tempur di Timur Tengah.

Baik kita lanjut lagi ke TNI, dalam latihan yang digelar di Hutan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, itu digelar sebulan penuh. Seperti dilansir pada situ military.com. Bahwa para tentara AS sengaja datang jauh-jauh hanya untuk mempelajari taktik perang di daerah tropis.
Mereka tidak menyangka ternyata latihan survival yang di lakukan di tengah hutan Jatim itu sangatlah mengerikan dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Pratu Juan Gonzalez (20 tahun) mengaku bahwa persiapan mereka di Negeri Paman Sam jadi kurang keras karena memang mengalami kesulitan berlatih di hutan indonesia. "Latihan yang mengerikan di kampung halaman tidak menggambarkan apa yang saya alami di Jawa Timur. Ada beberapa hal yang belum saya dapat. Misalnya bagaimana bila tiba-tiba berhadapan ular,".

Padahal ketika mereka mempersiapkan fisik dan strategi survive sebelum berangkat ke hutan di Indoneisa, mereka yang terdiri dari satu kompi pasukan Ranger ini dilatih bertahan hidup di Pegunungan Fort Irwin California yang sangat gahar itu selama sebulan penuh. Itu saja menurut mereka sudah berat sekali.

Nah, pada saat latihan bersama itulah , aksi-aksi dari para pasukan Raider TNI Angkatan Darat ini begitu memesona bagi Gonzalez. Menurut Juan Gonzales yang merupakan anggota pasukan elit Ranger US ini mereka terkesan sehingga mereka dapat pelajaran bagaimana bertahan hidup di hutan tropis yang serba lembab sehingga menguras energi. Termasuk membunuh dan menyantap hewan buas, contohnya ular tadi.

"Saya sangat takut ular. Saya tidak mau melakukannya lagi," Demikian pengakuan Juan sambil tergelak.

Pasukan Ranger AS mengakui hebatnya Raider Indonesia ini dalam menghemat tenaga. Secara fisik pun mereka mengakui ketangguhan para personel Angkatan Darat ini.

"Saya sangat kagum dengan pasukan Indonesia. Saya banyak mendapatkan ilmu baru," ujar Sersan Jeffrey Baldwin karena ia melihat efektifitas tempur dari pasukan RAIDER TNI yang memiliki motto "Cepat, Senyap, dan Tepat" ini.

Begitu berkesannya latihan bersama ini bagi mereka, karena mereka di hadapkan pada ganasnya hutan di sertai cuaca indonesia yang cepat berubah baik hujan, panas dan keganasan hewan buas sehingga harus mencari makan dan bertahan dengan sangat baik dan efektif.

Nah, pasukan elite dari luar negeri aja kagum dan hormat terhadap pasukan TNI kita, bagaimana dengan anda? Bangga bukan? 

SHARE dan LIKE artikel ini jika anda bangga dengan pasukan RAIDER kita ini.

Salam Indonesia Jaya..

Sumber : merdeka.com

Selengkapnya »
1/21/2016 11:27:00 AM | 0 komentar

Komandan Pasukan AL Amerika Takjub Melihat Para Penyelam Dari Angkatan Laut Indonesia

Salah satu Komandan angkatan laut yang beberapa lalu datang ke kalimantan ketika evakuasi jatuhnya pesawat komersil QZ 8501 yaitu Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams menyaksikan langsung proses evakuasi yang di lakukan oleh para penyelam dari TNI AL dan dia terperangah serta takjub melihat skill individu dari para penyelam tersebut. 


Dia baru tahu kalo itu adalah pasukan terbaik TNI AL, menurutnya para penyelam dari pasukan KOPASKA, TAIFIBI dan DENJAKA yang sangat berani. Bahkan dia berpikir pasukan penyelam itu “GILA” karena sangat berani menyelam di tengah laut yang luas dan memiliki ombak besar serta cuaca buruk serta arus yang kencang jadi menurutnya sangat sulit dilakukan oleh tentara normal.

Ketika di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Danlanal Banjarmasin Kolonel (P) Haris Bima mengatakan bahwa Greg Adams  heran dan kaget " penyelam kamu gila disuruh menyelam dengan kondisi seperti itu” masih mampu bertahan hidup, dan Kolonel Bima menjelaskan kembali kepada Commander US Navy, Greg Adams bahwa pasukan elit TNI AL sudah terlatih dalam menyelam di bawah laut. Apalagi, Kopaska, Denjaka, Taifibi sudah dikenal oleh  semua negara.

Lieutenant Commander US Navy, Greg Adams

Akhirnya dia pun salut oleh para pasukan TNI AL ini, memang di beberapa negara dunia, keberadaan dan kemampuan KOPASKA, TAIFIBI dan DENJAKA cukup di kenal dan disegani oleh dunia karena skill individu yang di atas rata, seperti Komando Pasukan Katak disingkat Kopaska yang memiliki kemampuan  peledakan/demolisi bawah air termasuksabotase/penyerangan rahasia kekapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut atau dalam bahasa kerennya maritime counter terorism . Nah kalau tidak sedang dalam tugas suatu operasi, tim tim Detasemen Paska dapat ditugaskan menjadi pengawal pribadi VIP seperti Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Selain itu ada indonesia juga memiliki pasukan elit YONTAIFIB yang memiliki kemampuan special berenang dalam tangan dan kaki terikat sjauh 3 Km lebih, mampu berenang jauh dengan kondisi minim peralatan, bergerak cepat, bela diri tinggi, menembak akurat dan mematikan. Satu prajurit elit Yontaifib setara dengan 24 prajurit TNI biasa.


Sahabat beritajempol.com perlu juga mengetahui tentang pasukan khusus ini yang juga tidak kalah jagonya indonesia memiliki pasukan DENJAKA yang memiliki sederet skill luar biasa antara lain dapat bertempur di darat, laut dan udara, perang kota, hutan, pantai dan bawah laut. Juga memiliki kemampuan berenang dan menyelam jauh dengan peralatan seadanya, menembak akurat, bergerak cepat dan senyap, bela diri tinggi  dan mematikan. Yang dahsyatnya bahwa Satu prajurit Denjaka setara dengan 120 orang prajurit TNI biasa.

Wow, luar biasa bukan... kemampuan individu TNI kita memang keren, mudah-mudahan peralatan tempur canggihnya juga bisa segera di punyai oleh seluruh jajaran TNI agar negara kita betul-betul disegani dunia.

Bangga Terhadap TNI AL ? Jika anda warga yang baik selalu dukung TNI kita, Jayalah Indonesia

Selengkapnya »
1/21/2016 10:34:00 AM | 0 komentar

Keren, Pindad Ciptakan Senapan ini Untuk Perang di Bawah Air


Indonesia sebagai negara yang memiliki komitmen tinggi untuk menjadi negara kelautan unggul di dunia tentu saja tidak hanya bergantung pada keunggulan ekonomi namun juga pada keamanan negara. Oleh sebab itu pihak-pihak terkait dibidang militer terus menerus meningkatkan kualitas alutsista dan personel. Seperti yang dilakukan oleh PT Pindad (Persero) belum lama ini.
PT Pindad sebagai produsen senjata pelat merah, terus melakukan inovasi. Selain meluncurkan senjata varian terbaru kaliber 7.62 mm pada bulan Maret mendatang, Pindad juga sedang mengembangkan senapan serbu varian baru, yang nantinya akan digukana oleh pasukan khusus TNI Angkatan Laut, seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), hingga Pasukan Intai Amphibi (Taifib).
APS (Vtomat Podvodny Spesialnyy)

Senapan yang bentuknya juga mirip dengan APS (Avtomat Podvodny Spetsialnyy) ini, dirancang untuk mendukung pertempuran jarak dekat di bawah air (combat diver).
"Kita sedang kembangkan senapan serbu bawah air," ujar salah seorang Engineer Development Pindad, sebagaimana dikutip dari Detik.com
Untuk pengembangan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) ini, Pindad menggandeng Dislitbang TNI AL. Senjata baru varian Pindad ini tentunya bisa menjadi kebanggan, karena senapan ini dibuat sangat detil. Bahan senapan hingga amunisi disiapkan secara khusus dan anti karat, karena harus memiliki performa yang baik di bawah air.

Selama ini, senapan tipe ini harus diimpor dari luar negeri seperti Rusia, karena Pindad belum mampu memproduksi senapan serbu bawah air di dalam negeri. Senapan tipe tersebut, saat ini masih dalam tahap pengembangan atau prototype.
Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, membenarkan pihaknya sedang membangun SSBA, namun ia enggan menyebut tanggal peluncuran senapan serbu dalam air ini. "Iya betul (ada senapan serbu bawah air)," ujar Silmy singkat.
sumber: Detik Finance

Selengkapnya »
1/21/2016 09:54:00 AM | 0 komentar

Wednesday, January 20, 2016

Jet Tempur TNI Cegat dan Usir Dua Pesawat Marinir Amerika

Pesawat tempur TNI Sukhoi Thunder Flight (kiri) mencegat pesawat jenis Super King Air, tipe UC-12F, milik US Navy (marinir Amerika Serikat) di angkasa Kepulauan Natuna, Kepri, Rabu (23/9/2015) siang, pukul 14.32 WIB.


Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggunakan dua pesawat tempur Sukhoi berhasil mencegat, dan mengusir pesawat milik marinir, tentara Amerika Serikat Rabu (23/9/2015) siang.

“Pada pukul 14.32 WIB, dua Sukhoi Thunder Flight telly ho (contact visual) dengan sasaran. Ada dua pesawat, jenis Super King Air, tipe UC-12F, milik US Navy,” ujar seorang narasumber.

Narasumber itu menuturkan, tanda-tanda adanya pesawat asing terjadi pukul 13.36 WIB, saat radar milik Satuan Radar (Satrad) 212 Ranai menangkap georeferensi, prosedur awal yang harus dilakukan pada data-data mentah, EE3913 dua pesawat asing.

Pesawat F-16 Fighting Falcon TNI AU melesat dari Lanud Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2015). Dua pesawat jenis F-16 dan dua pesawat Sukhoi melakukan patroli udara di kawasan Blok Ambalat, yang masih menjadi sengketa antara RI dan Malaysia. Patroli ini merupakan bagian dari Operasi Perisai Sakti 2015. (Warta Kota/alex suban)

Lokasinya sebelah timur Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Dua pesawat asing milik c/s Navy 562, speed 265, FL 260, SQ 0467/3 dan c/s CNV 7327, speed 245, FL 280, SQ 0413/3.
Setelah dicek, kedua pesawat tidak memiliki perizinan. Lalu, pukul 13.58 WIB dua pesawat TNI Sukhoi (Thunder Flight) terbang dari Batam menuju sasaran untuk mengidentifikasi visual.

Setelah kontak visual dengan sasaran, dan jenis kedua pesawat diketahui serta kepunyaan milik Marinir Amerika Serikat, selanjutnya dilaksanakan pengusiran keluar dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
TribunKaltim.co, belum memperoleh konfirmasi resmi terkait informasi ini.
Kejadian ini merupakan peristiwa kesekian kali militer negara asing masuk tanpa izin ke wilayah Indonesia.

TNI AU menaruh perhatian serius terhadap ulah militer negara tetangga, Malaysia di perbatasan dengan Kalimantan, Blok Ambalat.

Juni lalu, TNI AU mencatat sudah sembilan kali pesawat perang milik militer Malaysia diduga melanggar, masuk wilayah udara Indonesia tanpa izin.
TNI Kerahkan F-16 dan Sukhoi Awasi Militer Malaysia di Blok Ambalat
Di wilayah Natuna, yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, militer Amerika sudah dua kali masuk tanpa izin.

Pada 23 Juni 2013, Satuan Radar 212 TNI-AU Ranai memantau sinyal mencurigakan.
Terindikasi ada enam kapal perang asing memasuki kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Lokasi tepatnya di antara perairan Pulau Laut dan Pulau Subi Natuna, Kepri.

Keenam kapal perang itu milik AL Amerika Serikat. TNI-AU pun langsung berkoordinasi dengan TNI-AL Ranai.
TNI AU sempat menerbangakan pesawat Cassa untuk mengintai keenam kapal perang AS tersebut. Rupanya, kapal-kapal dilengkapi persenjataan dan berlayar beriringan di perairan Indonesia.

Iring-iringan kapal perang AS terdiri atas kapal induk USS Ronald Reagen, dua kapal destroyer, dua kapal frigate, satu tanker minyak. Kapal induk USS Ronald Reagan mengangkut puluhan pesawat tempur.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Deddy Suparli membenarkan adanya iring-iringan kapal perang AS yang melintas di wilayah perairan Indonesia itu.
''Jelas terlihat kapal tersebut berbendera AS dan memasuki perairan Indonesia tanpa tujuan yang jelas,'' kata Deddy seprti dikutip Tribun Batam.
Kota Ranai Diapit Lebih Dekat ke Malaysia

Posisi Kepulauan Natuna berada, tepat di tengah-tengah, antara Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Posisi ini bisa mengecoh, seolah-olah Natuna bagian dari Malaysia.
Padahal Natuna salah satu kabupaten Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Memang, jaraknya paling jauh dari Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.
BACA JUGA: Dua Jet Tempur Buatan Rusia Kawal Pesawat Jokowi
Sebagian wilayahnya, seperti Pulau Serasan, justru lebih dekat ke Pontianak, Kalimantan Barat. Apabila ditempuh menggunakan kapal laut, waktu tempuh sekitar 8 jam. Sedangkan ke Tanjung Pinang, memerlukan waktu 48 jam.

Dikutip dari kohanudnas.mil.id, Satuan Radar 212 Ranai, berkedudukan di Ranai, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepri.
Satrad 212 Ranai mengoperasikan Radar Thomson tipe TRS 2215R (Reflector) buatan Pabrik Thomson CSF Prancis.
Radar generasi ketiga ini mampu menampilkan data azimuth, jarak dan ketinggian sasaran yang terdeteksi serta dapat bekerja dalam segala cuaca.
Satrad 212 Ranai mulai beroperasi pada tanggal 19 Agustus 1980 dengan Radar Nysa.

Wilayah cakupan Radar Satrad 212 sebagian besar berada di atas Laut China Selatan, meliputi wilayah Kepulauan Natuna bagian Utara sampai pulau terluar/terdepan yaitu pulau Laut, bagian Selatan Kepulauan Natuna, dan seluruh kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Satuan Radar (Satrad) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berada di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohahudnas). (*)

Sumber : tribunnews.com

Selengkapnya »
1/20/2016 07:34:00 PM | 0 komentar

6 Angkatan Militer Paling Buruk Se-Dunia ini Bikin Tentara Indonesia Terlihat Seperti Dewa.


Angkatan perang adalah ranah di mana kita bisa bangga sebagai orang Indonesia. Ya, seperti yang sering tertuang di banyak artikel-artikel, militer Indonesia adalah yang terbaik se Asia Tenggara, bahkan sama sekali tak buruk jika dilihat dari level dunia. Memang, patut diakui militer Indonesia benar-benar gila. Apalagi pasukan khususnya itu yang punya pamor mematikan dan kiprah yang mendunia.

Indonesia boleh berbangga soal militer, apalagi jika dikomparasikan dengan deretan negara ini. Tidak bermaksud untuk mengunggulkan bangsa sendiri, tapi Indonesia bakal menang jauh. Bahkan seumpama menginvasi, Indonesia mungkin akan cukup mudah untuk melakukannya. Namun, tentu saja ini takkan pernah terjadi, hanya saja begitulah perbandingan kekuatannya.

Lalu, kira-kira siapa saja negara yang bakal sangat takluk kalau berhadapan dengan Indonesia itu?
1. Irak

Irak pernah menjadi negara dengan militer paling greget nomor 4 di dunia. Sayangnya, gelar yang bikin negara lain keder itu sudah tak ada lagi. Ya, hanya ketika Irak di bawah pimpinan Saddam Hussein, negara minyak itu menjadi pemilik angkatan militer paling mematikan se-tanah Arab. Kini kondisi kemiliteran Irak sudah jauh berbeda.

Selepas pemerintahan Saddam Hussein tentara Irak menjadi sangat lemah
Tercatat, Irak hanya memiliki sekitar 26 unit pasukan saja. Jumlah ini terhitung sangat sedikit jika dibandingkan negara-negara lain, apa lagi Indonesia yang tentaranya mencapai hampir 1,1 juta orang. Invasi Amerika dan juga ISIS menjadi alasan kenapa militer negara ini makin melemah.

2. Korea Utara

Sepintas negaranya Kim Jong Un ini benar-benar jumawa soal kemiliteran. Senjata nuklir mereka, serta bagaimana beraninya Korea Utara menantang Amerika, seakan jadi bukti kehebatan negara tetangga Korsel ini. Namun, pada kenyataannya, Korea Utara tak sekuat seperti apa yang kita lihat.
Korea Utara menunjukkan bungkus yang bagus soal militer, padahal dalamnya lemah 
Tak dipungkiri jika negara ini sudah mulai membenahi alutsistanya, namun jika dilihat dari kondisi tentaranya sendiri, mereka begitu memprihatinkan. Mayoritas tentara di sana tak hanya bertugas untuk menjaga kedaulatan dan berlatih saja, tapi juga menjadi buruh-buruh untuk proyek pemerintah. Tentara Korut terlihat banyak yang kurus, hal ini menandakan jika mereka kurang gizi dan lemah.

3. Eritrea

Negara ini dikenal dengan sebutan Korea Utaranya Afrika. Alasannya, pemimpinnya begitu eksentrik dan bisa dibilang cukup diktator. Meskipun demikian, jika dibandingkan Korea Utaranya yang asli, Eritrea lebih lemah.
Militer Eritrea rata-rata diisi oleh penduduk sipil yang minim pendidikan ketentaraan
Mereka hanya memiliki sedikit tentara sungguhan untuk menjaga negaranya. Ya, ternyata hampir sebagian besar angkatan militer Eritrea diisi oleh orang-orang sipil yang jelas tidak mendapatkan pendidikan militer cukup. Hal ini membuat Eritrea sangat lemah seumpama diserang oleh negara yang militernya sedikit lebih besar.

4. Nigeria

Nigeria yang sekarang memang berada di posisi sulit. Mereka tengah menghadapi Boko Haram yang sudah bolak balik mengganggu kedaulatan negara. Hal ini cukup masuk akal karena militer Nigeria sendiri tidak cukup kuat alias lemah.
Tentara Nigeria butuh alutsista dan pembinaan mental biar tidak selemah sekarang
Padahal Nigeria memiliki tambang minyak yang banyak, seharusnya uang hasil penjualan minyaknya bisa dipakai untuk mendukung bidang kemiliteran. Apalagi diketahui jika alutsista Nigeria sangatlah miris. Banyak kendaraan perang yang sudah l tak lagi bisa beroperasi karena terlalu tua. Ditambah lagi, menurut BBC, tentara Nigeria ini punya mental cupu. Pernah suatu ketika serangan datang, para tentaranya ikut kabur bersama warga sipil.

5. Tajikistan

Percaya atau tidak, Tajikistan hanya memiliki sekitar 7.200 tentara aktif untuk melindungi negaranya. Bahkan menurut kabar, hampir sebagian besar adalah tentara sewa dari Rusia. Hal ini membuat negara bekas pecahan Soviet itu sangat lemah.
Mayoritas tentara Tajikistan berisi prajurit sewaan
Tajikistan memisahkan diri dari Soviet tanpa persiapan. Awalnya mereka hanya mengandalkan pasukan internasional saja sebagai penjaga. Sebenarnya mereka pernah ingin membangun kekuatan militer yang lebih besar. Sayangnya, hal tersebut malah memicu perang saudara di sana. Tanpa didukung tentara Rusia, Tajikistan adalah mangsa empuk.

6. Mongolia

Di masa lalu memang Mongolia adalah monster yang hampir menguasai separuh dunia. Namun, kejayaan mereka sudah punah dan kini hanya tersisa puing-puingnya saja. Mongol saat ini memiliki sekitar 9 ribuan tentara aktif yang tidak dibekali dengan alutsista memadai.

Dulu leluhur mereka adalah penguasa, namun zaman berganti dan mereka yang sekarang tidak lagi jumawa
Meskipun demikian, beberapa kali tentara Mongol turut serta tergabung dalam pasukan perdamaian di Irak dan Afghanistan. Tidak ada yang benar-benar spesial dari tentara Mongol, selain mereka sangat pandai menggunakan senjata-senjata usang buatan Soviet.

Inilah deretan militer paling lemah se-dunia. Jika dibandingkan dengan Indonesia, sangat jauh sekali bedanya. Tak hanya soal jumlah dan alutsista, tapi kemampuan tentaranya sendiri. Misalnya kita harus menyerang mereka karena suatu hal yang penting, maka Indonesia akan meraih kemenangan gemilang dengan mudah.

Sumber : boombastis.com

Selengkapnya »
1/20/2016 07:33:00 PM | 0 komentar

LUAR BIASA..!! Ternyata Militer Indonesia Terkuat di Asia Tenggara.


Global Firepower (GFP), situs yang menyediakan analisis kekuatan militer negara di dunia merilis data terbaru 100 negara dengan militer terkuat meliputi 50 faktor berbeda. Indonesia menjadi negara dengan militer terkuat ke-12 di dunia.


Di tahun ini, negara dengan militer terkuat di dunia masih dipegang Amerika Serikat, diikuti Rusia dan China di posisi kedua dan ketiga.

Untuk posisi selanjutnya, peringkat keempat dan kelima, ditempati India dan Inggris. Negara Asia lain yang menduduki posisi 10 besar adalah Korea Selatan (7) dan Jepang (9).

Menariknya, Indonesia menjadi negara dengan militer terkuat ke-12 di dunia. Posisi Indonesia tepat di bawah Israel (11) dan di atas Australia (13). Bahkan lebih kuat dibanding beberapa negara Eropa, seperti Belanda (37) dan Spanyol (38).

Dari posisi ke-12 ini berarti secara militer Indonesia merupakan negara terkuat di Asia Tenggara. Mengalahkan Thailand (20), Vietnam (21), Singapura (26) dan Malaysia (35).

Dalam penilaian kekuatan militer sebuah negara yang dilakukan (GFP) meliputi beberapa aktor-faktor, seperti jumlah penduduk, usia warga yang bisa menjadi personel militer, anggaran militer, jumlah peralatan militer.

Agar penilaian ini adil, negara yang mengembangkan dan memiliki persenjataan nuklir tidak menjadi faktor penilai. Semua penilaian merujuk pada kemampuan militer sebuah negara jika terjadi perang konvensional baik perang darat, udara, maupun laut.

Sumber : dream.co.id

Selengkapnya »
1/20/2016 11:22:00 AM | 0 komentar

TERUNGKAP!! Video Latihan Mengerikan TNI Yang Membuat Negara Luar Ketakutan


Latihan yang dilakukan calon prajurit TNI rupanya bikin kagum media asal Inggris. Apalagi, latihan tersebut menggunakan peluru tajam yang setiap saat dapat merenggut nyawa prajurit.

Dikutip dari harian Daily Mail, Kamis (31/12), mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari Peluruh Tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'. Latihan yang dimaksud adalah doper.


Video itu memperlihatkan enam prajurit dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, di mana mereka dilatih dua orang dengan peluru asli. Dua pelatih tersebut menggunakan senapan semi otomatis AK-47 buatan Soviet.

Namun, Daily Mail menyebutkan video tersebut merupakan latihan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), padahal dari logo, seragam serta senjata yang digunakan latihan doper tersebut dilakukan oleh Paskhas.

Latihan doper ini tak hanya dikhususkan pasukan elite TNI saja. Hampir seluruh satuan TNI mewajibkan latihan ini kepada seluruh prajuritnya. Apa yang menurut prajurit TNI latihan biasa, ternyata menakutkan buat negara lain.

TONTON VIDEONYA DISINI :



Sumber: Lintasberita.net


Selengkapnya »
1/20/2016 10:40:00 AM | 0 komentar

Tuesday, January 19, 2016

Mengejutkan..!! Ternyata Kekuatan Armada Tempur 'Corvette Warship' Indonesia No.1 Di Dunia..!!


Kekuatan armada perang jenis Corvette milik TNI AL menempati urutan nomor 1 di dunia, tak hanya itu armada Frigates TNI AL juga menempati urutan ke 9 di dunia.

Sumber yang di lansir oleh Nationmaster, kekuatan armada indonesia rata-rata menempati urutan 10 besar di dunia yang bersaing dengan negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok dan Russia.




Data tersebut menunjukan bahwa armada dan pasukan TNI gabungan matra darat, laut dan udara Indonesia sangat kuat dan disegani oleh negara-negara sekitar.

Selengkapnya »
1/19/2016 09:28:00 PM | 0 komentar

MENGEJUTKAN..!! TERNYATA SEDEMIKIAN GUGUPNYA AMERIKA TERHADAP TENTARA NASIONAL INDONESIA KITA...!!


Ada sesuatu yang istimewa dalam acara Talk Show di TV ABC 13, Texas. 
Acara tersebut bekerjasama dengan Universitas Dallas, Texas. 
Tapi yang menarik, acara tersebut justru menyangkut militer Indonesia. 
Karena dalam wawancara tersebut dihadirkan narasumber yang cukup kompeten. 
Talk Show di TV ABC 13 Texas menghadirkan para jenderal purnawirawan USA dan British.

Talk Show dihadiri Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan US) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ada seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang penempatan Marinir USA di Australia. Maka jawaban dari Jenderal tersebut cukup mencengangkan buat pemirsa semua…

Bertanya : "Apakah penempatan US MARINE berindikasi akan ada serangan USA ke Indonesia suatu saat nanti?"

Jend. Peter Pace : ”Saat ini ada 3 kekuatan besar MARINIR dunia, dan Indonesia berada pada posisi ke 3." 
"Penempatan US MARINE hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara, jangan bermimpi USA berencana menyerang Indonesia meski USA pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin USA untuk menyerang Indonesia."

Presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : "USA pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur Jauh, kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?"

Jend.Tommy Franks : ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin USA sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dgn kita". 
"Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA.”

Jend. Peter Pace : "Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia”

Jend. Tommy Franks : "Saat operasi pembebasan sandera di pesawat yang dibajak di Bangkok Thailand, Delta Force memantau operasi tersebut. Operasi berjalan sukses dan sangat efektif." 

"Hal lain yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain, anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan gerilya."

Jend. Mike Jackson : ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika." 

"Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya ya g maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan." 

"SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap ringan dengan Indonesia", ungkap Jenderal Mike Jackson.

Seorang mahasiswi juga bertanya tentang kekuatan Asia di mata Militer Internasional …Apa jawaban mereka? Lagi-lagi Indonesia jadi sorotan.

Jend. Mike Jackson : "Indonesia dalam waktu dekat akan jadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi”.

Jend. Peter Pace : "Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu dioperasionalkan maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer”.

Jend. Tommy Franks : "Sebagai orang yang pernah memimpin pasukan khusus, saya tahu banyak rahasia teknik militer yang tidak ditunjukkan dalam latihan perang bersama."
"Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan katanya terlengkap di dunia." 
"Kalau saat ini banyak negara terutama yang tergabung dalam NATO mengadakan hubungan dagang militer dengan Indonesia, itu sebuah kebijakan yang tepat, karena kalau tidak akan sangat membahayakan posisi NATO di Asia, karena Indonesia memiliki konsep Non Blok." 
"Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia tersebut.

Sumber : وارط

Selengkapnya »
1/19/2016 09:25:00 PM | 0 komentar