Hi, guest ! welcome to Yahoo!. | About Us | Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Batak. Show all posts
Showing posts with label Batak. Show all posts

Sunday, January 3, 2016

Professor Termuda Pemegang 11 Penghargaan & 3 Hak Paten Ternyata Berasal dari Medan


Ini unik tapi nyata, ternyata professor termuda yang telah meraih banyak penghargaan dan hak paten berasal dari kota Medan, Sumatera Utara. Professor mudah yang satu ini ternyata adalah salah satu lulusan terbaik SMU Sutomo Medan. Dan dia merupakan salah satu finalis Olimpiade Fisika Indonesia. Nah kali ini tobatabo akan mengulas mengenai si Professor muda Nelson Tansu.

Banyak orang Indonesia yang berprestasi di luar negeri, seperti Nelson Tansu yang dikenal Profesor Termuda di Amerika Serikat. Prof. Nelson Tansu, Ph.D dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, tanggal 20 Oktober 1977. Dia adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan. Ia adalah lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995 dan juga menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).

Setelah menamatkan SMA, ia memperoleh beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Tawaran ini diperolehnya karena ia menjadi salah satu finalis TOFI. Ia berhasil meraih gelar bachelor of science kurang dari tiga tahun dengan predikat summa cum laude. Setelah menyelesaikan program S-1 pada tahun 1998, ia mendapat banyak tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat. Walaupun demikian, ia memilih tetap kuliah di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada bulan Mei 2003.

Selama menyelesaikan program doktor, Prof. Nelson memperoleh berbagai prestasi gemilang di antaranya adalah WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires juga meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.

Setelah memperoleh gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai universitas ternama di Amerika Serikat. Akhirnya pada awal tahun 2003, ketika masih berusia 25 tahun, ia menjadi asisten profesor di bidang electrical and computer engineering, Lehigh University. Lehigh University merupakan sebuah universitas papan atas di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Amerika Serikat.

Saat ini Prof. Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3) dan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya telah dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Ia juga sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, baik di berbagai kota di AS dan luar AS seperti Kanada, Eropa dan Asia. Prof Nelson telah memperoleh 11 penghargaan dan tiga hak paten atas penemuan risetnya. 

Ada tiga penemuan ilmiahnya yang telah dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Ketika masih di Sekolah Dasar, Prof. Nelson gemar membaca biografi para fisikawan ternama. Ia sangat mengagumi prestasi para fisikawan tersebut karena banyak fisikawan yang telah meraih gelar doktor, menjadi profesor dan bahkan ada beberapa fisikawan yang berhasil menemukan teori (eyang Einstein) ketika masih berusia muda. Karena membaca riwayat hidup para fisikawan tersebut, sejak masih Sekolah Dasar, Prof. Nelson sudah mempunyai cita-cita ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat.

Walaupun saat ini tinggal di Amerika Serikat dan masih menggunakan passport Indonesia, Prof. Nelson berjanji kembali ke Indonesia jika Pemerintah Indonesia sangat membutuhkannya.

Dia sering diundang menjadi pembicara utama dan penceramah di berbagai seminar. Paling sering terutama menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan intelektual, konferensi, dan seminar di Washington DC. Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS. Bahkan, dia sering pergi ke mancanegara seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. Di tengah kesibukannya melakukan riset-riset lainnya, dua buku Nelson sedang dalam proses penerbitan. Bukan main!! Kedua buku tersebut merupakan buku teks (buku wajib pegangan, Red) bagi mahasiswa S-1 di Negeri Paman Sam.

Karena itu, Indonesia layak bangga atas prestasi anak bangsa di negeri rantau tersebut. Lajang kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, itu sampai sekarang masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Kendati belum satu dekade di AS, prestasinya sudah segudang. Ke mana pun dirinya pergi, setiap ditanya orang, Nelson selalu mengenalkan diri sebagai orang Indonesia. Sikap Nelson itu sangat membanggakan di tengah banyak tokoh kita yang malu mengakui Indonesia sebagai tanah kelahirannya.

"Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan, saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia," katanya, serius.

Di Negeri Paman Sam, kecintaan Nelson terhadap negerinya yang dicap sebagai terkorup di Asia tersebut dikonkretkan dengan memperlihatkan ketekunan serta prestasi kerjanya sebagai anak bangsa. Saat berbicara soal Indonesia, mimic pemuda itu terlihat sungguh-sungguh dan jauh dari basa-basi.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang
mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras," kata Nelson menjawab koran ini.


Anak muda itu memang enak diajak mengobrol. Idealismenya berkobar-kobar dan penuh semangat. Layaknya profesor Amerika, sosok Nelson sangat bersahaja dan bahkan suka merendah. Busana kesehariannya juga tak aneh-aneh, yakni mengenakan kemeja berkerah dan pantalon.

Sekilas, dia terkesan pendiam. Pengetahuan dan bobotnya sering tersembunyi di balik penampilannya yang seperti tak suka bicara. Tapi, ketika dia mengajar atau berbicara di konferensi para intelektual, jati diri akademisi Nelson tampak. 

Lingkungan akademisi, riset, dan kampus memang menjadi dunianya. Dia selalu peduli pada kepentingan serta dahaga pengetahuan para mahasiswanya di kampus. Ada yang menarik di sini. Karena tampangnya yang sangat belia, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu.

"Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah," ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya. September hingga Desember atau semester Fall 2004, jadwal mengajar Nelson sudah menanti lagi. Selama semester itu, dia akan mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology.

"Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini," jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.

Nelson termasuk individu yang sukses menggapai mimpi Amerika (American dream). Banyak imigran dan perantau yang mengadu nasib di negeri itu dengan segala persaingannya yang superketat. Di Negeri Paman Sam tersebut,ada cerita sukses seperti aktor yang kini menjadi Gubernur California Arnold Schwarzenegger yang sebenarnya adalah imigran asal Austria. Kemudian, dalam Kabinet George Walker Bush sekarang juga ada imigrannya, yakni Menteri Tenaga Kerja Elaine L. Chao. Imigran asal Taipei tersebut merupakan wanita pertama Asian-American yang menjadi menteri selama sejarah AS.

Negara Superpower tersebut juga sangat baik menempa bakat serta intelektual Nelson. Lulusan SMA Sutomo 1 Medan itu tiba di AS pada Juli 1995. Di sana, dia menamatkan seluruh pendidikannya mulai S-1 hingga S-3 di University of Wisconsin di Madison. Nelson menyelesaikan pendidikan S-1 di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics. Sedangkan untuk PhD, dia mengambil bidang electrical engineering. Dari seluruh perjalanan hidup dan karirnya, Nelson mengaku bahwa semua suksesnya itu tak lepas dari dukungan keluarganya. Saat ditanya mengenai siapa yang paling berpengaruh, dia cepat menyebut kedua orang tuanya dan kakeknya. "Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali," ujarnya.

Ada kisah menarik di situ. Ketika masih sekolah dasar, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya. Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut.

"Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu," ungkapnya.

Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. "Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu," jelasnya.

Sisihkan 300 Doktor AS, tapi Tetap Rendah Hati Nelson Tansu menjadi fisikawan ternama di Amerika. Tapi, hanya sedikit yang tahu bahwa profesor belia itu berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson ada hubungan famili dengan mantan PM Turki Tansu Ciller. Benarkah?

NAMA Nelson Tansu memang cukup unik. Sekilas, sama sekali nama itu tidak mengindikasikan identitas etnis, ras, atau asal negeri tertentu. Karena itu, di Negeri Paman Sam, banyak yang keliru membaca, mengetahui, atau berkenalan dengan profesor belia tersebut.

Malah ada yang menduga bahwa dia adalah orang Turki. Dugaan itu muncul jika dikaitkan dengan hubungan famili Tansu Ciller, mantan perdana menteri (PM) Turki. Beberapa netters malah tidak segan-segan mencantumkan nama dan kiprah Nelson ke dalam website Turki. Seolah-olah mereka yakin betul bahwa fisikawan belia yang mulai berkibar di lingkaran akademisi AS itu memang berasal dari negerinya Kemal Ataturk.

Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia "kembali" mengajar di Jepang. Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu.

Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak professor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan jarang-jarang memang asal Indonesia. Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya.

"Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia,"jelas Nelson.

Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika lahir, Nelson sudah diberi nama belakang "Tansu", sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu.

"Saya suka dengan nama Tansu, kok,"kata Nelson dengan nada bangga.

Nelson adalah pemuda mandiri. Semangatnya tinggi, tekun, visioner, dan selalu mematok standar tertinggi dalam kiprah riset dan dunia akademisinya. Orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya? Berkat keringat dan prestasi Nelson sendiri. Kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas.

"Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas," katanya.

Orang seperti Nelson dengan prestasi akademik tertinggi memang tak sulit memenangi berbagai beasiswa. Jika dihitung-hitung, lusinan penghargaan dan anugerah beasiswa yang pernah dia raih selama ini di AS.

Menjadi profesor di Negeri Paman Sam memang sudah menjadi cita-cita dia sejak lama. Walau demikian, posisi assistant professor (profesor muda, Red) tak pernah terbayangkannya bisa diraih pada usia 25 tahun. Coba bandingkan dengan lingkungan keluarga atau masyarakat di Indonesia, umumnya apa yang didapat pemuda 25 tahun?

Bahkan, di AS yang negeri supermaju pun reputasi Nelson bukan fenomena umum. Bayangkan, pada usia semuda itu, dia menyandang status guru besar. Sehari-hari dia mengajar program master, doktor, dan bahkan post doctoral. Yang prestisius bagi seorang ilmuwan, ada tiga riset Nelson yang dipatenkan di AS. Kemudian, dua buku teksnya untuk mahasiswa S-1 dalam proses penerbitan.

Tapi, bukan Nelson Tansu namanya jika tidak santun dan merendah. Cita-citanya mulia sekali. Dia akan tetap melakukan riset-riset yang hasilnya bermanfaat buat kemanusian dan dunia. Sebagai profesor di AS, dia seperti meniti jalan suci mewujudkan idealisme tersebut.

Ketika mendengar pengakuan cita-cita sejatinya, siapa pun pasti akan terperanjat. Cukup fenomenal. "Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil," ujarnya dengan mimic serius.

Tapi, orang bakal mahfum jika melihat sejarah hidupnya. Ketika usia SD, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata Sudah diakrabi Nelson cilik.

"Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu," jelas Nelson penuh kagum.

Nelson jadi profesor muda di Lehigh University sejak awal 2003. Untuk bidang teknik dan fisika, universitas itu termasuk unggulan dan papan atas di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Untuk menjadi profesor di Lehigh, Nelson terlebih dahulu menyisihkan 300 doktor yang resume (CV)-nya juga hebat-hebat.



Selengkapnya »
1/03/2016 01:59:00 PM | 0 komentar

Tempat-tempat dan Hal-hal yang harus Lae dan Ito Jalani sebelum merantau sampai ke Negeri Cina


Menjadi orang Batak memang punya keunikan dan keseruan tersendiri. Mulai dari garis wajah yang tegas, gaya bahasa yang keras, sampai silsilah serta adatbudaya yang rumit. Semua itu bikin kamu bangga dengan identitasmu sebagai orang Batak, meski tak jarang kamu juga menemui kesulitan sebagai orang Batak perantauan.
Tapi, jangan buru-buru ngaku sebagai orang Batak sejati dulu kalau kamu belum pernah menginjak Tano Batak di daerah Sumatera Utara dan melakukan hal-hal berikut ini di sana. Hal-hal apa sajakah itu?

1. Menjamahi lanskap Danau Toba itu wajib hukumnya. Kalau belum pernah kemari, darah Batakmu sia-sia!


Siapa sih yang gak pernah mendengar luar biasanya Danau Toba? Dengan panjang mencapai 100 km dan lebar 30 km, inilah danau terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk datang ke danau Toba demi menyaksikan keagungannya. Megahnya danau ini bisa kamu saksikan dari sejumlah kabupaten di Sumatera Utara.
Kawasan sekitar danau inilah yang menjadi asal orang Batak. Jadi, kalau kamu ngaku orang Batak, jangan lupa menginjakkan kaki di Toba dan saksikan sendiri keindahan danau yang jadi tanah leluhurmu ini. Lahir dan besar di daerah lain? Kamu akan kagum pada keberanian leluhurmu untuk pergi merantau. Berdiri menatap luasnya danau di depan matamu, mungkin kamu bakal berpikir: kalau jadi mereka, nggak bakal deh kamu kebayang bisa meninggalkan tempat seindah ini.

2. Lihat megahnya air terjun Sipiso-piso di sisi utara Danau Toba


Di dataran tinggi Kabupaten Karo, tepatnya diDesa Tongging, Kecamatan Merek, ada air terjunyang mengalir langsung ke Danau Toba. Air terjun ini terletak di sisi utara Danau Toba dan memiliki ketinggian mencapai 120 m, menjadikannya air terjun tertinggi di Indonesia. Kalau kemari, kamu akan disuguhi pemandangan air terjun bak pisau yang membelah perbukitan. Rasakan sendiri gemericik air yang jatuh sembari menikmati panorama Danau Toba. Btw, tahu gak ‘Sipiso-piso’ artinya apa? Hayo, katanya orang Batak?

3. Ngafe jangan di Jakarta aja. Pergilah ke Jalan Parapat-Siantar, ngopi ditemani monyet sambil melihat panorama Danau Toba dari atas jurang


Salah satu sisi Jalan raya Parapat-Siantar menyajikan keelokan lanskap Danau Toba yang istimewa. Di pinggir jalan, kamu bisa menemukan kafe-kafe dan restoran yang berdiri di tepi jurang. Di sinilah kamu bisa makan sambil ditemani indahnya pemandangan Danau Toba.
Tak jarang, kamu juga bisa menjumpai monyet-monyet penghuni hutan lindung yang “nongkrong” di tepi jalan. Monyet-monyet ini seringkali berusaha menarik perhatian pengunjung agar memberi mereka makan, bikin pengalaman jalan-jalanmu makin seru. 

4. Melihat batu gantung yang melegenda dari dekat di Kota Parapat


Selain nongkrong menikmati pemandangan Danau Toba bareng monyet di Jalan Parapat-Siantar, kamu juga bisa menjumpai sebuah batu unik yang melegenda bernama Batu Gantung di Parapat, kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Dinamakan Batu Gantung karena batu tersebut menggantung di atas tebing, menyerupai bentuk manusia.
Konon, Batu Gantung ini adalah jelmaan seorang gadis bernama Seruni yang meninggal di tepi Danau Toba. Legenda ini sangat erat kaitannya dengan asal-usul kota Parapat yang menjadi salah satu kawasan wisata andalan Kabupaten Simalungun. Hayo, kalau kamu orang Batak sejati, kamu harus tahu nih legendanya.

5. Jangan cuma berhenti di Toba. Menyeberanglah ke Samosir dan saksikan bocah-bocah berenang di bawahmu untuk berebut koin


Udah menginjakkan kaki di pesisir Toba, tentu belum lengkap jika belum menyeberang ke Pulau Samosir. Salah satunya, kamu bisa menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan Ajibata di Parapat menuju Tomok di Samosir.
Yang menarik, bocah-bocah koin akan meminta pengunjung melemparkan koin ke dalam danau. Tanpa rasa takut, mereka akan melompat dari atas geladak ke danau untuk mengambil uang logam yang kamu lempar. Melihat atraksi dan kelihaian mereka terjun bebas dan berenang untuk mendapatkan sekeping uang logam sangat menghibur.

6. Manortor bareng Sigale-galedi Pulau Samosir


Di Tomok, Samosir,tentunya kamu harusmenyaksikan pertunjukan tari Tortor yang ditampilkan oleh Sigale-gale. Sigale-gale adalah boneka kayu berukuran manusia yang digerakkan secara mekanis dengan tali oleh seorang dalang, mengikuti irama musik khas Batak. Biar seru, kamu juga harus ikutan menari Tor-tor.
Sigale-gale artinya “lemah gemulai”. Dulunya, ada seorang raja yang sangat rindu pada anaknya di medan perang, sehingga dibuatlah patung yang mirip dengan anaknya. Konon, dulu Sigale-gale bisa menari sendiri tanpa tali, lho.
Sementara gerakan tari Tor-tor sendiri sebenarnya ada macam-macam. Ada yang telapak tangannya mengarah ke samping, ada juga yang ke depan. Sebagaiorang Batak, kamu harus mengerti dong apa bedanya?

7. Mungkin selama ini kamu lebih sering makan spaghetti. Tapi, jangan lupakan kuliner khas Batak yang bentuknya mirip: mie gomak


Sebagai orang Batak, kamu harus coba sajian kuliner khas yang satu ini: mie gomak. Mie gomak merupakan kuliner khas Batak Toba yang bentuknya mienya tebal mirip spaghetti. Mie gomak biasa disajikan goreng, kuah, maupun bumbu kacang. Selain enak, mie gomak ini juga bikin kenyang. Apalagi kalau ditambah ikan asin sebagai pelengkap, nikmat banget, tuh!

8. Hormati budaya leluhurmu dengan menambah wawasan kebatakan di Museum Batak Balige


Balige yang terletak di Kabupaten Toba Samosir punya beberapa tempat wisata yang kental nuansa sejarah Bataknya, seperti Makam Sisingamangaraja XII dan Museum Batak di TB Silalahi Center. Di Museum Batak, kamu dapat menambah wawasan kebatakan kamu lewat berbagai koleksi yang dipamerkan di gedung yang modern.Ada juga contoh kampung Huta Batak yang berisi rumah adat khas Batak berupa ruma dan sopo, bahkanlengkap dengan boneka Sigale-gale.

9. Mampir ke Bandara Internasional Kualanamu yang jadi kebanggaan warga Medan


Ya, Sejak 2013 lalu, Medan memiliki bandara udara internasional Kualanamu yang jadi kebanggaan warganya. Kemegahan bandara terbesar kedua di Indonesia memang gak diragukan lagi, modern banget! Bandara ini bahkan berani disandingkan dengan bandara kelas dunia seperti Changi di Singapura. Dibanding bandara, tempat ini malah lebih mirip mal.
Hayo, siapa di antara kamu yang pernah bela-belain main ke bandara ini demi mengintip kemegahannya?

10. Sekali seumur hidup, coba ‘buang duit’ dengan naik Railink jurusan Kualanamu-Medan


Selain pusat perbelanjaan dan restoran di dalam bandara, Kualanamu juga memilikiAirportRailink Service atau ARS,sebuah jalur kereta api eksekutif yang menghubungkan Kualanamu dan kota Medan. Sebagai KA lokal yang berkelas, fasilitas yang ditawarkan oleh ARS tentu mewah dan eksklusif, termasuk harganya. Hehehe. Tiket ARS ini senilai RP100.000 sekali jalan, tapi gak papa lah sekali-sekali naik kereta ini untuk merasakan fasilitasnya yang mewah.

11. Cari tahu gimana rasanya “mandi Coca Cola” di Tarutung, Tapanuli Utara


Mandi air panas mungkin udah biasa. Tapi, kebayang gak rasanya berendam di pemandian yang airnya mirip air soda? Orang Batak pasti tahu nih! Di Tarutung, tepatnya di Desa Parbubu, Kabupaten Tapanuli Utara, ada sebuah kolam yang disebut Pemandian Air Soda. Warga setempat menyebutnya Aek Rara yang berarti “Air Merah”, karena airnya memang berwarna kemerahan seperti kola.
Konon, pemandian air soda ini cuma ada dua di dunia lho. Yang satunya lagi berada di Venezuela. Sambil berendam, kamu juga akan disuguhi dengan pemandangan lembah nan hijau.

12. Menjamahi agungnya Salib Kasih di atas bukit di Tarutung


Masih di Tarutung, ada tempat wisata rohani bernama Salib Kasih yang menjadi salah satu ikon wisata kota Tarutung. Orang bilang, kamu belum ke Tarutung kalau belum menjamahi tempat ini. Salib Kasih ini adalah monumen berbentuk salib raksasa yang dibangundi atas Dolok (bukit)Siatas Barita untuk mengenang jasa dan dedikasi dariDr. Ingwer Ludwig Nommensen, sang Apostel Batak.
Naik ke atas bukit tempat Salib Kasih berada tentu bukan hal yang mudah, kamu mesti menapaki ratusan anak tangga selangkah demi selangkah. Tapi tenang, pemandangan pinus sepanjang jalan akan membuatmu lupa dengan capekmu. Apalagi, di atas kamu bisa menemukan pemandangan Lembah Silindung yang menawan.

13. Jangan cuma tahu nama Gunung Sinabung dari berita. Lihat langsung kemegahannya di Berastagi, Kabupaten Karo


Kota Berastagi yang terletak di dataran tinggi Karo ini memang terkenal sebagai kawasan wisata di Sumatera Utara. Di kota kecamatan yang dingin ini, kamu bisa menikmati indahnya panorama Gunung Sibayak dan Sinabung yang mengapit tempat ini. Ada juga sejumlah objek wisata yang bisa kamu datangi di sini, seperti Bukit Gundaling, Danau Lau Kawar,Taman Alam Lumbini, serta air terjun Sikulikap.
Tak cuma itu, kamu juga bisa menikmati buah-buahan segar yang dihasilkan di sini. Datang aja ke pasarnya yang selalu ramai pengunjung.

14. Menyaksikan Festival Danau Toba yang diadakan setiap tahun


Festival Danau Toba yang diadakan setiap tahun ini selalu menyedot ribuan pengunjung lokal dan mancanegara. Di sinilah kamuakan disuguhkan dengan aneka pentas budaya, kesenian, dan pameran. Adapula pesta olahraga seperti lomba renang dan perahu naga. Festival ini diikuti oleh peserta dari tingkat lokal, nasional, sampai internasional. Sebagai orang Batak, akan lebih lengkap kalau kamu ikut berpartisipasi dalam festival ini, baik sebagai peserta maupun pengunjung.

15. Jongkok naik bentor


Kamu orang Batak, tapi belum pernah naik betor alias becak motor? Ke mana aja kamu? Betor adalah salah satu transportasi umum yang khas di daerah Sumatera. Di Sumatera Utara, tiap daerah punya betor khasnya masing-masing, seperti betor Siantar yang ditarik oleh motor tua ber-CC besar seperti BSA dan Norton, atau Balige dengan betor vespanya.

Sejumlah potensi wisata dan keunikan yang dimiliki oleh Tano Batak inilah yang membuatmu bangga dengan identitasmu sebagai orang Batak. Jadinya, sayang banget kalau kamu sendiri malah belum pernah menjelajahi tempat-tempat dan melakukan hal-hal menarik di atas. Soalnya, bukan cuma orang Batak aja yang pengen menjelajahi keelokan Tanah Batak.

Nah, adakah lagi tempat atau hal menarik lainnya yang bisa kamu rekomendasikan buat pembaca? Langsung deh bagikan di kolom komentar.

Sumber Hipwee

Selengkapnya »
1/03/2016 01:54:00 PM | 0 komentar

3 Alasan Kenapa Perkawinan Sesama Suku Batak Adalah Keputusan Terbaik


Inilah yang menjadi topik artikel pembahasan Bung Toms kali ini, tujuannya bukan untuk menghadirkan kontroversi, atau tujuan-tujuan prasangka buruk lain, hanya ingin mendapatkan jawaban mungkin bagi anda pembaca yang mengetahui lebih jelas, mengapa ada tuntutan untuk kita orang suku Batak harus menikah dengan sesama suku kita.

Adakah dari anda orang suku batak yang dapat menjawabnya? apakah jawaban yang dapat anda berikan sama dengan jawaban yang saya berikan ke orang yang menanyakan pertanyaan terkait judul berikut di atas seperti ini :

1. Harus Menikah dengan Sesama Orang Batak Agar Paham Adat Istiadat

Acara adat perkawinan suku Batak.

Sebagian alasan orang tua menyarankan atau bahkan menuntut kita muda/mudi dari suku batak agar menikah dengan sesama suku kita adalah untuk alasan agar pasangan yang kita pilih mengetahui juga mengenai aturan dan tata cara suku batak.

Seperti yang teman-teman ketahui, setiap kegiatan acara yang berkaitan dengan hidup keseharian orang suku batak, sering kali diikuti dengan acara (ritual) adat istiadat, contoh kecilnya pada saat memasuki rumah baru, atau menyambut kelahiran anak. 

Untuk kegiatan-kegiatan tersebut, orang suku batak memiliki adat istiadat tersendiri untuk menyambutkan. Jika pasangan anda bukan datang dari orang suku batak, bagaimana dia dapat mengetahuinya, atau bagaimana acara adat tersebut dapat berlangsung? sedangkan pasangan anda tidak mengetahui secara jelas.

Dengan demikian, jelas sebenarnya tujuan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang batak untuk melesetarikan budaya suku batak itu sendiri kedepannya. 

2. Harus Menikah dengan Sesama Orang Batak Agar Tahu Sopan Santun/Tata Krama Dalihan Na Tolu

Acara marmeme atau manulangi boru pada perkawinan suku Batak.

Setiap suku apa saja di Indonesia ini, saya meyakini memiliki ajaran sopan santun dan tata krama yang baik di lingkungan hidup yang di ajarkan untuk si anak, termasuk pada keturunan orang suku batak.

Tapi permasalahan yang muncul dan menjadi alasan orang tua menuntut kita agar menikahi sesama orang batak adalah karena keyakinan orang tua pada keturuan orang suku batak yang lebih sopan dan tahu tata krama yang baik, khususnya tata krama pada lingkungan keluarga.

Padahal jika saya boleh sedikit jujur, di luar sana banyak diantara kita keturunan suku batak yang tidak mengetahui tutur sapah yang baik di lingkungan dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari, ajaran tutur sapah ini disebut Tarombo atau Martarombo.

Dalam ajaran Pertaromboan, sangat jelas bagaimana tutur sapah berlangsung, semua berjalan secara turun temurun, yang muda harus menghargai yang tua, dan lain-lain. Dengan demikian, jelas alasan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang suku batak, agar pasangan anda menghormati keluarga anda, termasuk orang tua anda nantinya.

3. Harus Menikah dengan Sesama Orang Suku Batak Agar Se-Iman #Kristen

Acara pamasu-masu on perkawinan suku Batak di gereja.

Mayoritas di tanah batak, orang-orang suku batak memeluk agama Kristen sebagai kepercayaan dan diturunkan ke anak cucu sampai saat ini. Dalam ajaran agama Kristen, kita umat kristen juga diwajibkan untuk berpasangan dengan sesama umat kristen, seperti yang di jelaskan di ayat berikut :

2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Alasan terakhir dan kebanyakan alasan orang tua meminta kita untuk menikahi sesama orang suku batak adalah karena urusan keyakinan, sesuai ajaran umat Kristen seperti yang tertuang pada ayat di atas.

Lantas bagaimana dengan anda pembaca? apakah ada jawaban lain yang dapat anda berikan pada Bung Toms dan anda bagikan disini terkait pertanyaan di atas?. Silahkan berkomentar, seperti tujuan artikel ini dibuat, untuk mempertanyakan dan mendapatkan jawaban pasti selain 3 alasan jawaban di atas.

Selengkapnya »
1/03/2016 11:19:00 AM | 0 komentar

Saturday, January 2, 2016

Jalan Hening Merawat Warisan Parmalim kepercayaan asli kaum Batak


KEBERSAHAJAAN, welas asih, dan semangat menaati aturan menjadi tiga pilar keyakinan yang mewujud dalam harmoni hidup penghayat Parmalim, kepercayaan asli kaum Batak. Berabad-abad, kredo ini lentur menghadapi tantangan peradaban hingga terus diwariskan ke generasi berikutnya. Di jalan hening, mereka setia merawat warisan nilai leluhur dan moyangnya.

Angin malam kian menusuk tulang, kala Pitua Silalahi (16) dan delapan remaja seusianya memasuki pelataran Bale Pasogit, rumah ibadah Parmalim di Desa Huta Tinggi, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Jarum jam menunjukkan pukul 23.35. Kaki-kaki mereka dientakkan ke lantai, seiring rancak irama gondang hasapi. Lelah tak tergurat di wajah walau siang harinya mereka menunaikan ritual Sipaha Sada hingga berjam-jam.

Mengenakan baju serba putih bersarung mandar (sarung Batak) dan ulos melintang di badan, 12 kelompok remaja, termasuk yang diikuti Pitua, menarikan tortor (manortor) di hadapan tetua Parmalim.

”Untuk lomba ini, kami berlatih gerak dan pantun selama tiga minggu. Saingannya bagus-bagus. Tapi, kalah dan menang enggak penting, yang lebih penting bisa ikut meramaikan acara dan belajar manortor yang benar,” ujar Pitua yang pelajar SMA itu.
Setelah semua kelompok pentas, tetua-tetua adat yang menyaksikan pertunjukan dari kejauhan maju satu per satu memberikan masukan. ”Gerakan saat berjinjit harusnya ritme tubuh ditarik ke atas. Bukan ditekan ke bawah,” ujar seorang tetua adat mengomentari gerakan inti tortor yang didominasi gerak jinjit berulang-ulang.

Kelompok-kelompok remaja penari tortor itu merupakan wakil desa atau komunitas penghayat Parmalim di lokasi mereka menetap. Pada Jumat (20/2/2015) itu, ratusan penghayat ”Ugamo Malim” mengikuti perayaan Sipaha Sada, upacara menyambut tahun baru penanggalan Batak, sekaligus memperingati kelahiran para pemimpin spiritual Parmalim. Ugamo dalam bahasa Batak berarti ’agama’, sementara Malim menyerap bahasa Melayu bermakna ’orang-orang dengan ilmu agama tinggi’.

Sedikitnya 500 orang dari seluruh Indonesia berkumpul di Kompleks Penghayat Parmalim di Desa Huta Tinggi yang terletak sekitar 15 kilometer sebelah timur Balige, ibu kota Kabupaten Toba Samosir. Bus-bus dan mobil berderet mengantarkan para penganut Parmalim menunaikan salah satu ritual wajib mereka itu.
Anak-anak dan para remaja penghayat Ugamo Malim atau disebut sebagai kaum Parmalim mengikuti lomba menari tortor di pelataran Bale Pasogit, pusat peribadatan Parmalim di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2015).

Kaum muda

Menariknya, justru yang terlihat lebih banyak di antara mereka adalah kaum muda dan anak-anak. Ini pemandangan cukup langka di kelompok penghayat keyakinan lokal tradisional di tengah arus deras modernitas.

Menurut Monang Naipospos, juru bicara komunitas penghayat Parmalim, kaum muda sengaja disediakan ruang berkreasi untuk menumbuhkan kecintaan mereka kepada komunitas asal nenek moyang. Ketika menginjak usia remaja, mereka juga mulai diberi tanggung jawab dalam berbagai kegiatan adat, misalnya menyiapkan makanan bagi penghayat selama menunaikan ritual yang biasanya berlangsung beberapa hari.

Saat masih kecil, generasi muda Parmalim biasanya mewarisi keyakinan yang dianut orangtuanya. Namun, kata Monang, ketika menginjak remaja, mereka tetap diberi ruang untuk memilih apakah akan tetap mengikuti tradisi itu atau tidak.

Sopian Silalahi (22), pengikut Parmalim yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa Jerman Universitas Medan, menuturkan, sejak kecil, dia sudah sering diajak orangtuanya mengikuti upacara di Desa Huta Tinggi. Menginjak usia remaja, dia mulai memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya asli Batak dalam ritual-ritual Parmalim.

Tak hanya melebur dalam ritus, Sopian juga mengamalkan keyakinan Parmalim dalam hidup sehari-hari. Salah satunya taat aturan, di antaranya dalam berlalu lintas. ”Saya risi dengan teman-teman kampus yang merasa bangga jika melanggar rambu lalu lintas. Bagi kami, itu bukan sesuatu yang patut dibanggakan,” katanya.

Di lingkungan kampus, anak-anak muda Parmalim acap berkumpul. Selain peribadahan setiap Sabtu, mereka juga bertemu untuk belajar memainkan alat musik gondang Batak, mulai dari seruling, terompet, hingga taganing (satu set gendang bernada). Lagu-lagu tradisional Batak acap terlantun saat mereka berkumpul, alih-alih lagu pop modern. Mereka juga taat pantangan, seperti tidak makan babi, anjing, dan darah hewan.

Dalam berbagai ritual, anak-anak muda ini juga menghayati tradisi seperti halnya orang-orang tua. Seperti halnya saat upacara Sipaha Sada. Mereka bergiliran menyambut para tamu dari jauh dan mengarahkannya ke bilik-bilik tempat istirahat yang berada di sekitar kompleks peribadatan.
Parmalim School Huta Tinggi Yang berdiri 1 November 1939. via viswandrosh.blogspot.com

Semangat Sisingamangaraja

Mereka juga menunaikan persiapan pelaksanaan upacara agung ini. Dua hari sebelumnya, mereka berpuasa selama sehari semalam tanpa berbuka. Awal puasa dan berbuka dilakukan dengan memakan makanan pahit, disebut mangan napaet, sebagai simbol dan sekaligus wahana kontemplasi menghayati perjuangan hidup yang penuh kepahitan dan kegetiran.

Ria Sitorus (29), pemudi Parmalim yang aktif menulis sastra, mengemukakan, dalam upacara Sipaha Sada, para remaja ikut menyiapkan bahan makanan.
Untuk mengikuti upacara, para penganut Parmalim wajib mengenakan busana khusus sesuai tingkatan mereka dalam kehidupan. Pria remaja mengenakan jas berselempang ulos dari jenis ragi hotang dan sarung ulos dari jenis bintang maratur. Pria yang sudah menikah menggunakan surban yang disebut tali-tali berwarna putih menandakan kesucian.

Pemimpin umat menggunakan tali-tali berwarna hitam yang menandakan kepemimpinan dan tanggung jawab. Perempuan diwajibkan mengenakan sarung berbentuk ulos jenis runjat, kebaya, serta selendang (hande-hande) dengan variasi corak, seperti sadum, bintang maratur, dan mangiring. Sementara tatanan rambut memakai gaya sanggul toba, yakni menggelung rambut ke bagian dalam.
Barulah saat surya tepat di atas kepala, upacara dimulai dengan masuknya Ihutan, pimpinan umat Parmalim, ke Bale Partonggoan. Lazimnya tradisi Batak Kuno, bahan-bahan untuk pelean berasal dari hewan atau hasil pertanian terpilih.
Pelean lalu dibawa ke lantai dua Bale Partonggoan secara berantai. Di tempat ini, Raja Ihutan memastikan letak dan arah pelean. Selanjutnya, dia akan kembali turun untuk memimpin upacara Sipaha Sada yang berlangsung khidmat sekitar lima jam.

Ihutan Parmalim, Raja Manokkok Naipospos, mengatakan, dalam sejarah, generasi muda memegang peran penting dalam perjuangan kaum Parmalim yang menyembah Debata Mulajadi Nabolon sebagai Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa. Itu dimulai dari perlawanan Sisingamangaraja XII, raja muda Batak yang juga pemeluk Ugamo Malim, untuk melindungi adat istiadat mereka dari pengaruh Barat dan kaum Padri di Tanah Minang.

Setelah Sisingamangaraja mangkat pada 1907, pengikut Parmalim yang lalu dipimpin Raja Mulia Naipospos, kakek Raja Manokkok, membangun sekolah Parmalim, semacam asrama bagi generasi muda. Di sini, selain nilai-nilai dan tradisi Batak, mereka diajari pula berhitung hingga bahasa asing.

Sekolah itu ditutup pada 1945 seiring Indonesia merdeka. Namun, jalan terjal ternyata masih menghadang sekitar 6.000 penganut Parmalin di penjuru Nusantara dalam melindungi tradisi dan keyakinan.

Mereka seolah terpinggirkan oleh bangsa sendiri, dengan sulitnya pengurusan catatan sipil administrasi pemerintahan. Seakan penghayat kepercayaan di luar bingkai hukum negeri ini. Kembali lagi ditelan sunyi, kaum Parmalim erat merawat tradisi tanpa lupa identitas keindonesiaan mereka. 

Sumber Kompas.com

Selengkapnya »
1/02/2016 08:24:00 PM | 0 komentar

Kenapa harus ke Medan? Alasan dan Jawabannya hanya ada disini


Indonesia kaya dengan tujuan wisata yang unik, tapi kenapa harus medan? Apa ngak ada tempat yang indah lainnya. Asiknya mengenai Medan itu apa? Nah, kali ini Bung Toms akan mengulas semua hal yang menarik tentang medan. Bukan hanya tempat wisatanya, kita akan bahas semuanya, tempatnya, orangnya, makanannya.

Kalo lagi stress langsung saja pergi refreshing ke Berastagi, daerah Gundaling dan mandi air panas di sidebuk-debuk bisa menyegarkan otakmu. Udara yang dingin dan segar mampu menghilangkan penat dan segala beban pikiran. Hirup dalam-dalam dan rasakan sensasinya.

Danau toba bukan hanya kota Parapat dan pantainya, coba untuk mencari petualangan lebih jauh menginap di Tuktuk Siadong pulau Samosir


Selain mengunjungi Danau Toba, hal yang bisa dilakukan saat berlibur ke Medan adalah mengunjungi Pulau Samosir. Pulau Samosir adalah pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Toba. Cukup menyeberang dengan ferry selama kurang lebih 40 menit kamu sudah sampai di pulau ini.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, sampai kamu betah berlama-lama di sana. Beberapa kegiatan tersebut antara lain melihat makan Raja Sidabutar yang adalah raja penguasa di kawasan Tomok, melihat pertunjukkan Sigale-gale yang diduga sebagai boneka magis di Samosir, serta mengunjungi beberapa destinasi wisata dengan tema alam: Pantai Ambarita, Pulau Tao, atau Pagar Batu.

Menikmati Danau dari Tongging memang bukanlah hal yang populer, tapi justru tidak populer itu membuat kunjungan anda beda dari biasanya.

Medan penuh dengan hal-hal extreme, rasakan juga pacuan andrenalin dengan mencoba arung jeram di sungai Asahan.


Dengan berkendaraan selama 4 jam ke Asahan anda bisa menikmati derasnya aliran sungai Asahan. Dengan beberapa jeram-jeram yang cukup menantang, aliran sungai ini cocok bagi para penikmat arung jeram pemula.

Pulau Berhala yang ada di Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedegai. Selain keindahan alam bawah laut, pulau Berhala juga menawarkan ketenangan karena pulau ini memang belum terjamah banyak orang sehingga masih sepi.


Merasakan sensasi berenang di antara beningnya air di Namu Belanga membuat kamu seolah-olah sedang berenang di atas kaca.

Debit air terjun di sini selalu berubah-ubah. Terkadang debit air mengalir deras dan terkadang kecil. Namun dua hal yang selalu sama menyambut para pengunjung adalah bahwa air di sini selalu bening dan dingin.

Medan itu paling ketara dengan sejuta kuliner, durian, bika ambon, soto medan, selalu memberi kesan beda saat dicicipi langsung di daerah Medan, entah karena resep dan bumbunya atau karena kesannya saja, hanya Tuhanlah yang tahu.


Selain Soto Kesawan dan ucok durian, makanan nikmat yang bisa kamu buru saat traveling di Medan adalah martabak mesir. Martabak mesir ini dibuat dengan campuran daging sapi dan bumbu rahasia khas Mesir. Rasanya ada yang manis dan asin. Biasanya sih penjualnya adalah masyarakat Medan keturunan Arab.

Orang medan itu muka dan suaranya aja yang kasar, tau kau bika ambon? nah seperti itulah hatinya lembut dan manis rasanya.


Kalau kata anak zaman sekarang, suara orang-orang Medan itu “kayak pakai toa”. Tahap syok selanjutnya adalah kamu akan ketakutan karena mengira mereka sedang marah.

Tapi sebenarnya hal tersebut tidak perlu ditakutkan, Saudara-Saudara. Orang Medan itu bukan pemarah, cuma bersemangat tinggi! Sebenarnya hati mereka fluffy alias selembut kapas kok, hehehe. Kalau kamu nyasar di Medan, jangan pernah ragu untuk bertanya di jalan. Karena para penduduknya pun tak akan ragu untuk membantumu.

60% Daerah Medan itu identik dengan Batak, tak jarang kamu akan menemukan pesta adat unik menarik dengan tradisi unik dan rumit.


Pesta orang Batak itu selalu meriah, dengan ratusan undangan dan acara Tor-tor yang heboh dan unik sangat menarik untuk di simak. Tapi lebih menarik lagi upacara adat kematian dan mangokkal holi, sebagai upacara adat menghormati para leluhur dan pendahulu, akan dipenuhi dengan acara isak tangis yang kemudian akan beralih menjadi duatu pesta sukacita yang penuh dengan tarian adat dan acara tetek bengek lainnya. Jangan heran jika upacara adat Batak bisa berlangsung selama 7 hari berturut-turut.

Kerasnya hidup di Jakarta belum tentu bisa melebihi senioritas supir Medan, kondisi alam yang berbukit dan lingkungan yang keras menempa supir Medan menjadi Alumni terhandal dalam dunia transportasi.


Tak jarang supir Medan terjun ke Jakarta menjadi supir yang disegani. Sifatnya yang keras dan cara membawa mobil yang terbawa-bawa dari Medan membuat mereka lebih handal dari supir angkot biasanya. Kondisi alam yang berbukit dengan jurang yang curam membuat supir angkot Medan lebih berpengalaman dan mengendalikan roda-roda kendaraan. Silap dikit bisa berserak semuanya

Medan itu adalah the real Indonesia. Latar belakang penduduk yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, membuat Medan lebih tepat disebut sebagai kota Bhineka Tunggal Ika yang selalu duduk berdampingan.


Tak perduli apa agamamu, apa suku dan rasmu, Medan selalu welcome dan terbuka untuk siapa saja. Tingkat konflik yang rendah, alam yang indah, membuat Medan benar-benar mereflesikan kerukunan hidup bernegara dibandingkan daerah lainnya. Uniknya, tidak ada rasa mendominasi di antara suku-suku yang berbagai macam ini. Bagai benang-benang beraneka warna, suku-suku ini telah menciptakan pakaian yang indah dan tak ada duanya. Medan adalah perayaan nyata tentang betapa beragamnya manusia Indonesia!

Selengkapnya »
1/02/2016 08:13:00 PM | 0 komentar