Hi, guest ! welcome to Yahoo!. | About Us | Contact | Register | Sign In
Showing posts with label Ahok. Show all posts
Showing posts with label Ahok. Show all posts

Thursday, December 1, 2016

Ahok Adu Mulut Gara-gara Ada Oknum Pejabat Coba Memeras Rp 200 Juta


Bungtoms.com --  Lourda Hutagalung (60), seorang pengusaha wanita di kosmetik di Jalan Perjuangan, Jakarta Barat, panas dan adu mulut dengan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Lourda mengadu ke Ahok, dia diperas oleh oknum pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lourda yang telah menjalani bisnis kosmetik selama 20 tahun itu, mengaku kaget.
Sebab, pada 2017 nanti ada perubahan peruntukan di tempat usahanya. Yang tadinya, diperkenankan untuk berbisnis, tapi tak diperkenankan lagi. Tak lama berselang, oknum pejabat meminta Rp 200 juta agar, bisnisnya 'diamankan'.
"Kami diminta beberapa ratus juta," ujar dia di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016).
Menanggapi keluhan Louda, awalnya Ahok merespon dengan tenang. Kemudian, Ahok menyarankan, agar adanya praktik pemerasan itu, direkam menggunakan kamera. Sehingga ada bukti pemerasan.
Sebab, ucap Ahok, banyak oknum yang mengubah peta peruntukan untuk memeras pengusaha. Sampai saat ini, Inspektorat DKI masih mencari siapa saja oknum tersebut.
Kemudian, Ahok menuding Lourda seakan ingin menyogok. Lourda membantah pernyataan Ahok. Adu mulut keduanya pun tak terelakan. Satu sama lain tak ada yang mengalah dengam argumennya.
Nada Ahok pun meninggi. Ahok heran, kenapa Lourda baru melaporkannya saat dia tengah cuti sebagai gubernur DKI Jakarta. Karena tak ada yang bisa dilakukannya, untuk menindaklanjuti laporan Lourda, hingga dia masuk kembali pada 15 Februari 2017.
"Sekarang saya tanya, apakah urusan ibu akan beres dengan sogok uang kasih ke mereka? Kalau saya enggak kasih izin untuk beresin?" tanya Ahok.
"Ya enggak tahu," jawab Lourda.
"Enggak bisa. Kalau saya bilang aturannya enggak boleh, mau potong kepala saya pun enggak boleh," jawab Ahok.
Ahok sempat menyinggung ibu itu yang mengaku lulusan dari perguruan tinggi negeri terkenal. Namun, tidak mau mendengarkan penjelasan Ahok dan memotong penjelasannya.
"Saya jadi suudzon, maaf bu ya. Kadang yang datang ke depan saya ini justru koordinator. Maaf bu ya, koordinator atau melanggar," ujar Ahok sambil berdiri.
"Kadang pengusaha itu sebetulnya lebih suka nyogok. Mereka mulai ngeluh kalau nyogoknya kebanyakan," tambah Ahok.
"Pak saya tiap hari ke sini mau ngadu ini. Masa dituduh begitu. Saya sumbang Ahok saja sudah berapa," bantah Lourda tidak terima, sambil memasang wajah masam.
"Ibu sabar dulu, ibu sabar dulu. Peristiwa ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Kenapa ibu datang ke saya setelah saya cuti? Itu pertanyaan saya makanya saya bingung," ujar Ahok.
"Tahu enggak tiap pagi saya pasang kursi di Balai Kota terima aduan. Saya bingung kalau hari ini saya sudah cuti, baru ngoceh-ngoceh ke saya," tambah Ahok.


Tribun

Selengkapnya »
12/01/2016 01:42:00 PM | 1 komentar

Friday, October 28, 2016

Hari Pertama Plt Gubernur Berkantor, Balai Kota DKI Sepi, AHOK tak Tergantikan


Bungtoms.com -- Tidak nampak kerumunan orang, tidak nampak antrian di halaman Balai Kota Jakarta pagi ini. Padahal biasanya masyarakat selalu banyak yang mengantre menunggu kedatangan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pagi ini memang Ahok tak datang ke Balai Kota. Ahok sudah cuti, memulai kampanye di Pilkada.

Kursi-kursi di teras Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/10/2016) sepi. Sejurus kemudian, datanglah Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jakarta Soni Sumarsono yang baru pulang dari upacara di Lapangan IRTI Monas memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88.

Soni turun dari mobil Dinas Perhubungan, berbaju batik Korpri dia melangkah ke teras. Dia tak disambut para warga yang mengadu, tidak pula diminta foto bersama oleh masyarakat seperti yang biasa ditemui Ahok di pagi hari.

"Karena transisi, kemungkinan karena kesibukan lagi upacara, dan seterusnya. Transisi Pak Ahok, atau informasi belum jelas. Mereka belum tahu apakah Plt bisa menerima atau tidak, tapi kan kami belum tahu," kata Soni menerka sebab sepinya pengadu di Balai Kota pagi ini.

Karena itu Soni ingin humas Pemprov DKI menginformasikan layanan pengaduan langsung tetap dibuka. Kebiasaan pengaduan langsung adalah kebiasaan baik Ahok yang dilanjutkan Soni.

"Maka tugas dari humas Pemprov DKI menginformasikan, bahwa tidak ada yang berubah dari Pak Ahok ke Pak Soemarsono. Prinsipnya, diinformasikan saja bahwa kebiasaan tetap berjalan," tutur Soni.

Padahal, sebelum upacara, Soni sudah datang sejak pukul 06.45 WIB pagi hari. Soni yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini mengaku biasa datang berkantor di Kemendagri pukul 07.00 WIB.

"Saya biasanya sehabis salat subuh langsung berangkat, karena rumah saya di desa, di Bekasi. Kan jauh, macet, ya sudah lah duluan berangkat sambil lihat-lihat Monas," kata Soni.

Meski begitu, Soni tetap menunggu pengaduan datang hingga pukul 10.00 WIB. Bila tak ada juga yang datang, dia akan mengisi dengan kesibukan lain yang harus dia jalani.

"Saya tunggu, setiap hari sampai pukul 10.00 WIB. Kalau tidak ada, saya ada kegiatan lain, agar waktu optimum," ujarnya.

sumber: detik.com


Selengkapnya »
10/28/2016 04:44:00 PM | 0 komentar

Thursday, October 27, 2016

Ternyata Anak Anies Baswedan Kagumi Ahok, Hingga ajak Salaman


Bungtoms.com -- Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah foto ketika putra bungsunya, Ismail Hakim Baswedan, bersalaman dengan Basuki T Purnama (Ahok). 
Anies mengunggah foto di akun Twitter pribadinya @aniesbaswedan, Rabu (26/10/2016).
Ceritera Anies, ketika itu Ismail anaknya sangat ingin bersalaman dengan Ahok. Tanpa pikir panjang Ismail langsung merespon permintaannya dan diantar kehadapan Ahok.
Ahok pun seketika berdiri menyambut kehadiran putra mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Keduanya pun akhirnya bersalaman.
Di foto itu nampak Ismail terlihat antusias ingin bersalaman dengan Ahok, Ismail nampak menatap Ahok begitu serius dengan wajah polosnya


Foto itu diketahui diambil di lokasi acara pengundian nomor urut pasangan calon peserta Pilgub DKI Jakarta 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Kala itu pasangan Anies-Sandi mendapatkan nomor urut 3.



"Ismail tanya apa boleh salaman dgn pak @basuki_btp dan mas @AgusYudhoyono. Sy jwb boleh, lalu sy antar bertemu mereka. :) *ABw Foto," tulis Anies.



Anies dalam beberapa kesempatan kerap mendengungkan kampanye damai. Apa yang terlihat dari foto tersebut nampak Anies ingin menunjukkan bahwa mengajarkan demokrasi yang baik kepada anak penting untuk dilakukan sedini mungkin.(be/detik)

Selengkapnya »
10/27/2016 07:52:00 PM | 0 komentar

Saturday, October 22, 2016

Tokoh Muda NU: Kepedulian Ahok Terhadap Umat Islam Nyata


Bungtoms.com -- Tokoh Muda Nahdhatul Ulama (NU) Taufik Damas berpendapat bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki prestasi-prestasi yang nyata dalam kepeduliannya kepada umat Islam, dan bukan hanya janji.

Hal itu disampaikannya dalam Peringatan Nasional Hari Santri dan Deklarasi Pilgub Jakarta Damai Nahdliyin Jakarta dan Relawan Nusantara (RelaNU), di Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

"RelaNU melihat kepemimpinan Gubernur DKI memiliki kepedulian yang besar terhadap umat Islam dan prestasi-prestasinya nyata," ujar Taufik.

Beberapa contoh nyata itu disebut Taufik, seperti membangun Masjid Fatahillah di Balai Kota Jakarta dan Masjid Raya Jakarta di Daan Mogot, Jakarta Barat.

"Selain itu mengumrahkan marbot-marbot masjid, memberikan beasiswa dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Mahasiswa Unggul Jakarta kepada santri-santri madrasah dan pondok pesantren di Jakarta," katanya.

Selain itu, kata Taufik, Ahok juga memberikan bantuan hibah kepada musala, majelis taklim, dan masjid di seluruh Jakarta.

"Bahkan Ahok berani menutup tempat-tempat maksiat seperti Kalijodo, Diskotek Mille's, dan Stadium," ujarnya.

Karena itu, Taufik mengajak seluruh warga Jakarta, khusunya Nahdliyin, agar kembali ke konstitusi dalam konteks perdebatan syarat-syarat pemilihan umum kepada Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28D ayat 3, yang berbunyi, setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

"Maka jangan politisi isu SARA dalam Pilkada Jakarta. Karena setia pada konstitusi UUD'45, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah bentuk komitmen NU terhadap NKRI," tegas Taufik.



Sumber: netralnews.com

Selengkapnya »
10/22/2016 06:55:00 PM | 0 komentar

Layanan Panggilan Darurat Jakarta Siaga 112 Siap Terima Aduan Warga


Bungtoms.com, Jakarta --  Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meluncurkan layanan 'Jakarta Siaga 112'. Layanan yang beriorientasi pada masalah gawat darurat tersebut kini telah diuji coba dan sudah bisa diakses oleh masyarakat.


Informasi yang diterima detikcom dari BPBD DKI, Sabtu (22/10/2016), uji coba layanan Jakarta Siaga 112 dilakukan di kantor Pusat Pengendlaian Operasi (Pusdalops) BPBD DKI, Gedung Dinas Teknis lantai 5, Jalan Abdul Muis Nomor 66, Jakarta Pusat, Jumat (21/10). Dalam uji coba itu, dilakukan simulasi respons time (waktu tanggap) dan koordinasi masing-masing SKPD terkait aduan dari masyarakat yang menghubungi Layanan Jakarta Siaga 112, yang bisa dimonitor secara langsung melalui web monitoring.



Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI M Ridwan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta selalu berkomitmen untuk memberikan untuk pelayanan terbaik kepada masyarakatnya. Salah satunya lewat layanan nomor tunggal panggilan darurat 'Jakarta Siaga 112'.



"Bentuk layanannya adalah berorientasi pada pengaduan masyarakat pada kegawatdaruratan, seperti medis, kebakaran, keamanan, kecelakaan, bencana, dan kasus kegawatdaruratan lainnya," katanya.



Selama ini, layanan Call center yang ada untuk gawat darurat di Jakarta masih dilaksanakan oleh setiap Satuan SKPD atau instansi lain dengan nomor masing-masing. Misalnya call center 118 untuk ambulans gawat darurat, 119 untuk SPGDT, 113 untuk pemadam kebakaran, 110 untuk layanan kepolisian.



"Maka saat ini layanan Call center yang terdapat di SKPD diintergrasikan dengan satu nomor layanan Jakarta Siaga 112. Layanan ini dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta dan terhubung dengan beberapa SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Kepolisian. Beroperasi 24 jam 7 hari seminggu (24/7) dan dapat diakses dari semua operator telepon, baik telepon selular, maupun telepon statis," jelasnya.



Layanan ini juga memungkinkan petugas Call Center untuk memandu penelpon yang mengalami kejadian gawat darurat melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengurangi dampak korban lebih parah, sambil menunggu petugas penolong tiba di lokasi kejadian. Layanan ini juga memanfaatkan Global Positioning System (GPS) yang terpasang pada kendaraan maupun perangkat, sehingga memungkinkan petugas Call Center mendeteksi keberadaan petugas lapangan yang terdekat di lokasi kejadian dan memerintahkan segera mempercepat respons. 



Beberapa jalur komunikasi yang digunakan dalam sistem layanan Jakarta Siaga 112 antara lain menggunakan radio trunking, web monitoring, dan CROP. Pemanfaatan berbagai media sebagai upaya penggunaan sarana komunikasi berlapis, salah satu tujuannya agar tersedia banyak sarana untuk berkomunikasi.



"Masyarakat DKI Jakarta diharapkan menghafal nomor kegawat daruratan 112 tersebut jika ada hal yang sifatnya darurat. Jakarta Siaga 112 juga bisa diakses walau tanpa sim card," kata Ridwan.



detik

Selengkapnya »
10/22/2016 06:53:00 PM | 0 komentar

Badan Dunia Akui Prestasi Ahok dalam Tata Kota dan Menerima Hibah Program 100RC


Bungtoms.com -- Pada saat ini, 50 persen dari populasi manusia didunia tinggal didaerah perkotaan dan diperkirakan pada tahun 2050 angka ini akan meningkat hingga 70 persen, dimana pada saat itu terjadi seluruh kota didunia akan menghadapi kesulitan mempersiapkan diri dalam menghadapi pertumbuhan populasi yang pesat, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia itu sendiri.



Untuk mengantisipasi masalah perkotaan tersebut, The Rokefeller Foundation mempelopori dengan membuat sebuah program yang disebut 100 Resilient Cities (100 RC), yang ber-cita2 membantu kota diseluruh dunia dalam meningkatkan ketahanan dalam menghadapi tantangan social, ekonomi dan fisik. Sebagai bagian dari program 100 RC, Jakarta berhak mendapatkan akses keberbagai perangkat, pendanaan, sumbangan keakhlian teknis dan berbagai sumber daya lainnya guna membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan era abad ke-21.


Tanggal 25 Mei 2016 lalu, dipeluncuran bersama di ibukota Kenya dan Washington DC, The Rockefller Foundation mengumumkan kota2 yang terpilih menjadi bagian dari 100 RC. Termasuk diantaranya kota2 besar dengan pertumbuhan cepat seperti Lagos, Jakarta, Seoul dan Nairobi.

Terkait dengan itu Jakarta telah terpilih sebagai kota yang bergabung dalam jaringan 100 RC sebagai salah satu finalis dari kota di dunia yang diajak bergabung dalam program 100 RC, karena Jakarta dibawah kendali Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mempunyai komitmen yang sangat kuat dalam membangun ketahanan kota serta diikuti oleh pendekatan yang proaktif danb inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kota2 yang baru saja terpilih ini akan bergabung dengan komunitas global, dimana seleruh anggotanya akan berkolaborasi guna mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa mendatang.

Kota yang bergabung dalam jaringan 100RC dipilih berdasarkan rekomendasi dari dewan juri yang mewakili berbagai negara di dunia, antara lain A. Eugene Kohn, Chairman dari Kohn Pedersen Fox Associates, Acha Leke, Direktur di McKinsey & Co Africa, Co-Founder dari African Leadership Network, dan Ann Fudge, Vice-Chair and Senior Independent Director dari Unilever.

Michael Berkowitz, President 100 RC, menjelaskan bahwa kota dengan ketahanan yang tangguh adalah kota yang memiliki kemampuan dalam menanggapi keadaan darurat dengan baik serta memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya.

Jakarta terpilih dalam persaingan yang sangat kompetitif dari 325 kota yang terdaftar dengan penilaian berdasarkan pada keinginan, kemampuan dan kebutuhan untuk menjadikan kotanya memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa depan.

Dalam beberapa bulan kedepan, sebagai bagian dari jaringan program 100 RC ini, Jakarta akan resmi menerima dana hibah yang dapat digunakan untuk menunjuk dan melantik Chief Resilience Officer. Selain itu Jakarta akan memperoleh akses ke 100 RC Platform Partners (yang menyediakan perangkat dan layanan yang bernilai US$ 180 milyar), yang ada di sektor swasta, public, akademik, pemerintahan dan organisasi nirlaba.

Kita layak mengacungkan dua jempol buat Ahok yang kinerja nyatanya yang visioner mendapatkan apresiasi kelas dunia dari salah satu Badan Dunia terpercaya sekelas Rokcefeller Foundation.

Selengkapnya »
10/22/2016 11:58:00 AM | 0 komentar

Pengamen dan Pengemis Ikut Pelatihan dan Kini jadi Petugas PPSU


Bungtoms.com -- Sejak dibentuk pertengahan September 2016, petugas Dinas Sosial atau dikenal dengan sebutan "Pasukan Ungu" dinilai telah mengurangi jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta.
Petugas pelayanan pengawasan dan pengendalian sosial (P3S) Dinas Sosial yang bertugas di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Ipin Purwanto, menyampaikan di kawasan itu jumlah PMKS sudah jauh berkurang.

P3S merupakan bagian dari pasukan ungu. Sebelum ada pasukan ungu, kawasan Senen dikenal sebagai wilayah PMKS. Soalnya kawasan itu dekat dengan stasiun dan terminal.

Para PMKS dulu sering berkeliaran, ada yang menjadi pengemis, ada yang jadi pengamen.

Namun, sejak pasukan ungu dibentuk, jumlah PMKS yang terlihat di jalan mulai berkurang. Satu per satu mereka diangkut menggunakan mobil untuk dibawa dan didata di panti sosial.

Ipin mengatakan, selain memberdayakan, petugas reaksi cepat tanggap (RCT) yang berkeliling memantau kondisi wilayah, petugas juga memanfatkan aplikasi pengaduan Qlue. Setiap aduan yang diterima melalui aplikasi itu, akan ditanggapi administrator Dinas Sosial DKI, dan diteruskan ke petugas di lapangan.

"Jauh berubah, buktinya sampai siang ini kami belum mengamankan siapa-siapa," ujar Ipin di bawah flyover Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2016).

Namun Ipin menilai, ada saja PMKS yang membandel. PMKS tersebut kembali ke jalan meski pernah pernah diamankan petugas. PMKS yang diamankan akan diberikan penyuluhan dan pelatihan.

Selama tenggat waktu tertentu di panti sosial, para PMKS akan dilatih untuk berusaha. Pelatihan yang diberikan seperti kemampuan untuk membuat kerajinan tangan hingga pelatihan terkait otomotif.

Hasil pelatihan itu, kata Ipin, ada sejumlah orang yang tadinya PMKS kini bekerja sebagai Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bekerja di kawasan Monumen Nasional (Monas).


kompas

Selengkapnya »
10/22/2016 11:44:00 AM | 0 komentar

Sunday, October 16, 2016

Inilah Respon Warga DKI Jakarta Kepada Ahok, Setelah di Serang Isu Sara dan Di Demo


Bungtoms.com -- MESKI bergaya ceplas-ceplos, warga merespons positif kinerja Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Bahkan, respons positif terhadap pria yang akrab disapa Ahok itu, lebih tinggi dibandingkan dengan dua rivalnya Anies Baswedan dan Agus Harimurti yang akan bertarung dalam Pilkada 2017 mendatang.

Demikian hasil riset yang dilakukan tim Riset Indonesia terhadap analisis berita mengenai respons warga DKI Jakarta terhadap tiga bakal paslon sepanjang 23 September hingga 13 Oktober 2016.


Direktur Riset Indonesia Toto Sugiarto menyebut jika respon positif terhadap Ahok di angka 85%, hanya 15% yang menilai pencalonan Ahok kembali sebagai hal yang negatif.
Adapun Anies mendapat respons positif sebesar 80% dengan angka keterkejutan dan anggapan negatif masyarakat masing-masing sebesar 10%.


Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono berada di peringkat buncit dengan respons positif sebesar 72%, dan respon keterkejutan publik dan anggapan negatif dengan pencalonannya masing-masing sebesar 14%.


Toto menambahkan, dalam riset itu terekam jika Ahok unggul jauh dari sisi kinerja ketimbang dua penantangnya. Kinerja Ahok terpotret oleh publik dalam 21 pemberitaan, dimana kinerja gubernur petahana itu yang dinilai berhasil tertinggi adalah perbaikan tata kota (8 pemberitaan), diikuti dengan perbaikan fasilitas umum (3 pemberitaan), dan kinerja yang jelas dan memuaskan.


“Lalu pemberitaan terkait penggusuran ada yang positif, ternyata penggusuran tidak selamanya dilihat negatif, ada pemberitaan yang melihat penggusuran itu toh akhirnya (yang digusur) ditempatkan di rusun,” jelas Toto dalam paparannya dengan tema Pilkada DKI 2017: Respon Publik Terhadap Kemunculan Para Calon Gubernur, di Jakarta, Jumat 
Sementara itu dua penantang Ahok, baik Ahok dan Anies sama sekali tidak mendapat nilai positif dari sisi kinerja. 


Agus misalnya, dianggap belum teruji kepemimpinannya, tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, dan tidak dikenal rekam jejaknya. Adapun Anies yang pernah duduk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama hampir 2 tahun, juga dinilai tidak terlalu mentereng dari sisi kinerja dan justru dinilai belum teruji kepemimpinannya
“Meski Anies lebih berpengalaman dari Agus, publik tidak merekam Anies yang mantan Menteri punya record yang baik dalam kinerja,” jelas Toto.


Namun, meskipun Ahok unggul dari sisi kinerja, tidak demikian dari sisi kepribadian. Sikap dan gaya Ahok justru dinilai publik buruk karena dia dianggap pemarah, suka menggunakan nada tinggi yang seperti menyerang orang di depan publik secara lisan. Sikap dan gaya Ahok itu tertangkap dalam empat pemberintaan yang negatif.


Selengkapnya »
10/16/2016 11:52:00 AM | 0 komentar

Wednesday, August 31, 2016

Ini Kata Ikke Nurjanah Setelah Bertemu Ahok


Bungtoms.com -- Hanya karena sebatas melihat di televisi, penyanyi dangdut Ikke Nurjanah sempat membayangkan sesuatu yang tidak-tidak sebelum bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota Jakarta,

"Saya kan biasa lihat biasanya di TV mulu ya. Aku sebelum ketemusempat membayangkan seperti apa ya, tapi pas masuk ya sudah natural begitu saja," kata Ikke usai berkunjung ke kantor Ahok di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016).
Kedatangan Ikke adalah untuk bertamu dengan maksud meminta restu gubernur sebelum berangkat ke Amerika Serikat untuk mensosialisasikan musik dangdut pada September 2016 di beberapa universitas di empat kota.
Selama berbincang dengan mantan Bupati Belitung Timur tersebut, Ikke mengaku banyak bertukar cerita. Dari awalnya berbicara musik hingga melebar ke politik dan balik lagi ke musik.
"Beliau terbuka, banyak memberikan masukan-masukan. Beliau sama musik, asyik, dan cair," ucapnya.
Padahal, kata Ikke, dia sempat mengira bahwa komunikasi dengan Ahok akan terkesan kaku.
"Saya kan orang seni, kalau ketemu seorang pejabat bahasanya suka gimana ya. Tapi sekarang banyak pejabat yang sudah merespons. Aku dapat suasana cair, dan bisa tektok ngomong sama Pak Ahok," ucapnya. (kompas)





Selengkapnya »
8/31/2016 08:03:00 PM | 0 komentar

Thursday, August 25, 2016

Timses Ahok Tasyakuran Posko Pemenangan 'Rumah Lembang' Malam ini


Bungtoms.com -- Timses cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menggelar tasyakuran posko pemenangan. Posko Pemenangan itu dinamakan Rumah Lembang.


Lokasi Rumah Lembang ada di Jalan Lembang Nomor 25 & 27, Menteng, Jakarta Pusat. Pendukung Ahok, yang terdiri dari pengurus Nasdem, Hanura, Golkar, Teman Ahok akan menggelar silaturahmi dan tasyakuran posko pemenangan itu.

"Acaranya sebenarnya sudah dimulai jam 11.00 WIB nanti. Dimulai dengan khataman Alquran sampai jam 13.00 WIB. Ada 30 orang, satu orang satu jus," ujar juru bicara Tim Pemenangan Ahok, Amalia Ayuningtyas, kepada wartawan, Kamis (25/8/2016).



Amalia mengatakan Rumah Lembang merupakaan rumah yang disewa. Uang sewanya dibayar oleh seorang pendukung Ahok, yang belum mau identitasnya diungkap.

Rumah itu akan dijadikan basecamp pendukung Ahok, agar lebih netral.

"Karena kalau kita ketemuannya di kantor Nasdem, nanti disangkanya lebih ke Nasdem, kalau di Teman Ahok, anggapannya juga begitu. Jadi ini akan jadi basecamp yang netral," papar Amalia.

Soal acara, setelah khataman Alquran siang ini, akan dilanjutkan dengan penyembelihan ayam yang akan jadi santapan malam nanti. Lalu, acara utama akan dimulai pukul 19.00 WIB. Isinya sambutan-sambutan dan makan-makan.

Amalia mengatakan acara ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang, baik yang mendukung Ahok ataupun belum jadi pendukung. Ahok diundang, namun belum dipastikan bisa datang.

"Pokoknya acaranya judulnya silaturahmi. Isinya pidato-pidato, sambutan Pak Nusron (Wahid -red), perwakilan tiga parpol pendukung. Hiburan, doa bersama, foto-foto, makan," tutur jubir Teman Ahok ini.

Posko Pemenangan seperti Rumah Lembang, masih kata Amalia, juga bisa dibuka di tempat lain, jika ada yang ingin membantu pendukung Ahok. Nusron Wahid selaku ketua Tim Pemenangan, ingin ada banyak posko pemenangan untuk Ahok. (detik)

Selengkapnya »
8/25/2016 10:04:00 PM | 0 komentar

Monday, August 8, 2016

Ketika Semua Berkumpul Untuk Melawan Ahok


Bungtoms.com -- Seluruh partai politik selain pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menggelar rendezvous di hari ini, Senin (8/8/2016), pukul 12.00 WIB. Pertemuan akan digelar pada Restoran Bunga, Cikini, Menteng, Jakarta.

Koordinator DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi DKI Jakara Abdul Azis berkata dia diundang oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) serta Partai Amanat Nasional (PAN) buat hadir pada pertemuan tadi siang. Ia menyebut nantinya pimpinan partai taraf Provinsi DKI Jakarta akan menghadiri rapat tadi.

"Ini meeting koordinator-ketua   partai. Kami pula samakan persepsi Pilkada Jakarta. Ini yg kumpul partainya belum tentukan sikap final," kata Azis, pada salah satu media, saat dihubungi, Jakarta.

Azis melanjutkan, tak menutup kemungkinan dalam rapat itu terdapat pembahasan soal koalisi akbar buat melawan Ahok.

"bisa juga terdapat partai tiba-tiba dukung incumbent karena merasa masih butuh," istilah Azis.

Saat ini, terdapat tiga partai yg telah menentukan mendukung petahanan Ahok, yakni Partai Golkar, Hanura dan  Nasdem. Adapun PDI-P, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat, PKB, serta PAN sampai waktu ini belum menetapkan dukungan serta masih berkomunikasi intens menggunakan partai lainnya.

(kompas)



Selengkapnya »
8/08/2016 08:00:00 PM | 0 komentar

Ahok Sibuk Bersaing Dengan Kota London Soal Fasilitas, Yang lain Sibuk Soal PILKADA



Bungtoms.com -- Bus tingkat pariwisata Jakarta (City Tour) bertambah lagi satu. Tambahan bus tersebut merupakan sumbangan dari bank CIMB Niaga.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan, dirinya mengimbau perusahaan-perusahaan yang sudah memperoleh untung besar untuk memberikan kontribusi kepada daerah.



Ahok berharap dengan sumbangan bus dari sejumlah perusahaan tersebut, masyarakat Jakarta dapat menikmati bus dengan fasilitas yang lebih nyaman. Dengan demikian, fasilitas ini akan membuat turis baik lokal maupun internasional betah beraktivitas di Jakarta.

"Kami ingin di Jakarta ini ada banyak bus gratis supaya orang-orang datang ke Jakarta dapat menikmati bus tingkat seperti dulu. Ya harapannya, gak malu sama orang London kalau datang. Orang Inggris datang ke Jakarta ada juga bus tingkat," ujarnya. 

Selengkapnya »
8/08/2016 01:29:00 PM | 0 komentar

Thursday, August 4, 2016

Ahok: Kalau Saya itu Arogan, "Ngapain" Orang dari Luar Kota Datang Minta Foto


Bungtoms.com -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama keberatan dirinya disebut sebagai pemimpin yang arogan. Menurut Basuki, justru banyak warga yang selama ini menerimanya dengan baik. 


"Sekarang yang bilang saya arogan siapa? Kalau saya arogan, mau enggak masyarakat datang ketemu saya nunggu sampai siang? Logikanya begitu saja," ujar Basuki atau Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (3/8/2016). 



Ahok lalu mengungkapkan aktivitasnya setiap pagi yang melayani aduan warga di pendopo Balai Kota DKI, dan sering menghadiri pernikahan warga. Ahok mengatakan, hal itu tidak mungkin dilakukan jika dirinya arogan. 



"Kalau saya arogan, waktu saya datang ke kawinan, mau enggak orang ajak foto? Sederhana saja. Ngapain orang-orang dari luar kota sampai mau datang minta foto pagi-pagi ke sini," ujar Ahok. 



Formulir dukungan berkop Forum RT/RW DKI Jakarta beredar di sebuah sekolah taman kanak-kanak di Jakarta Timur. Salah satu orangtua murid di TK itu, Il (41), mengaku diminta pihak sekolah untuk mengisi formulir dukungan tersebut saat acara halalbihalal yang berlangsung pada Jumat (29/7/2016). 



Formulir tersebut menyatakan membutuhkan 3 juta KTP untuk menolak pemimpin yang arogan, zalim, temperamental, melemahkan, dan melecehkan RT/RW. (kompas)

Selengkapnya »
8/04/2016 07:20:00 AM | 0 komentar

Ahok : Warga Jakarta Harus Bangga Banyak Calon Bagus di Pilgub DKI saat ini


Bungtoms.com -- Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama mengaku tak masalah semakin banyaknya warga Jakarta yang menginginkan Tri Rismaharini menggantikan dirinya sebagai orang nomor satu di Jakarta. 

Selengkapnya »
8/04/2016 07:14:00 AM | 0 komentar

Wednesday, August 3, 2016

Ahok akan Bersikap Bijak jika Risma Maju di Pilgub DKI nanti


Bungtoms.com -- Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau akrab dikenal Risma mencuat masuk dalam bursa Pilgub DKI Jakarta. Risma disebut-sebut bakal menjadi lawan kuat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengaku tak masalah semakin banyaknya warga Jakarta yang menginginkan Risma menggantikan dirinya sebagai orang nomor satu di Ibu Kota. Justru Ahok menunjukkan sikap bijak jika Risma menjadi lawan tarungnya di Pilgub DKI 2017 nanti.



Baik Risma ataupun calon lain seperti Sandiaga Uno dianggap Ahok bukanlah lawan berat. Menurut Ahok, lawan terberat yang harus dihadapi adalah diri sendiri. 



"Sebab lawan terberat adalah saya sendiri," katanya Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (1/8).



Mantan Bupati Belitung Timur berpandangan, semakin banyak calon yang ingin maju di Pilgub DKI justru semakin bagus. Warga Jakarta memiliki banyak pilihan, mana yang dianggap paling bagus menjadi pemimpin dan bisa melayani masyarakat.



"Ini akan mendorong kepala daerah di seluruh Indonesia, kalau dia pengen jadi gubernur DKI, pasti dia akan bekerja baik melayani rakyatnya," jelasnya.



Ahok kembali menegaskan, dia justru senang semakin banyak orang pintar yang punya niat membangun Jakarta lebih baik. Meski demikian, Ahok sadar kehadiran pesaing membuat dirinya dibanding-bandingkan. 



Biasanya, lanjut Ahok, suara pro dan kontra paling kentara terlihat media sosial. Namun dia optimis orang yang bekerja dengan baik pasti akan didukung.



"Apalagi seingat saya Bu Risma pernah ngomong, Surabaya lebih besar dari pada Solo. Wali kota Solo bisa jadi presiden, masa wali kota Surabaya enggak bisa," ungkap Ahok.



Survei terbaru yang dirilis Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) menyebutkan, terdapat tiga kandidat kuat yang diprediksi sengit jika bertarung di Pilgub DKI. Yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ridwan Kamil (Emil), dan Tri Rismaharini (Risma) dinilai memiliki kapabilitas dan karakter personal untuk memimpin Ibu Kota.



"Dari keseluruhan aspek, hasil survei ini menunjukkan bahwa Ahok, Emil, dan Risma secara konsisten berada di peringkat tiga terbaik dari semua calon yang dinilai," kata Pimpinan LPP UI Hamdi Muluk di Jakarta, Senin (1/8).



Untuk diketahui, muncul gerakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendorong masyarakat memunculkan tokoh alternatif untuk memimpin ibu kota lima tahun ke depan. Dalam hitungan dua hari terakhir, gelombang dukungan untuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk berpartisipasi dalam Pilgub di DKI Jakarta semakin besar dan tak terbendung.



Mulai dari gerakan Siap Mendukung Tri Rismaharini (Simetris), kemudian Kelompok dukungan berikutnya datang dari Jaklovers. Senada dengan Simetris, sejumlah anak muda Jakarta yang tergabung dalam Jaklovers juga meminta Risma untuk memimpin di DKI Jakarta.



Bahkan banyak kelompok-kelompok masyarakat atau relawan yang telah bermunculan sebelumnya untuk mendukung Risma maju di Pilgub DKI Jakarta. Seperti Laskar Risma (Laris), Barisan Risma (Baris), Pasukan Risma (Paris), Aliansi Masyarakat untuk Risma (Amaris), Tanah Merah untuk Risma (Tameris), Gerakan Masyarakat untuk Risma (Gamis), Anak Rawabunga Cinta Risma (Artis) dan lain sebagainya.



"Saya merasakan atmosfir itu. Para pendukung militan Jokowi itu menilai Risma lebih banyak kemiripan dengan Jokowi. Beliau pekerja keras dan dekat dengan rakyat," ujar Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi dalam pesan singkatnya, Jakarta, Senin (25/7).




Selengkapnya »
8/03/2016 09:50:00 PM | 0 komentar

3 Juta Tolak Saya?, Ahok : Saya tiap Hari terima Undangan Nikah


Bungtoms.com -- Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama membantah dirinya ditolak sebagian warga Ibu Kota. Basuki atau akrab disapa Ahok justru menantang bila ada warga yang ingin mengumpulkan 3 juta KTP yang menolak dirinya maju sebagai cagub di Pilgub DKI Februari mendatang.


"Kumpulkan saja tiga juta KTP," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (2/8).
Tak hanya itu dia juga membantah banyaknya spanduk penolakan dirinya pada festival Condet beberapa waktu lalu. "Waktu kita cek ke sana enggak ada tuh, yang nolak juga bukan orang sana yang masang," ujar Ahok.
Menurutnya, bila warga Jakarta tak menyukai dirinya, tak mungkin ada undangan pernikahan kepada dirinya. Terlebih saat dia datang ke sebuah acara pernikahan justru warga datang berebut minta foto bersama dengan dirinya.
"Saya ke kawinan terus, kalau kamu lihat, yang nolak saya ngajak foto-foto enggak kira-kira ngundang saya, kalau ditolak warga, warga datang enggak ke depan (teras kantor Balai kota)," papar Ahok.
"Aku juga enggak ngerti warga yang dimaksud yang mana," pungkas Ahok. (merdeka)

Selengkapnya »
8/03/2016 09:39:00 PM | 0 komentar